-->

Kronik Toggle

Peluncuran Buku Koreografi Etnik Jawa Timur

I:BOEKOE-Buku mengenai dunia seni tari masih tergolong langka. Pertumbuhannya sangat lambat. Sedikit sekali pelaku seni tari yang menulis. Alasan itu yang mendorong Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) memprakarsai penerbitan buku Koreografi Etnik Jawa Timur yang ditulis keroyokan oleh Tri Broto WS (Kepala UPTD Taman Hiburan Remaja), Bambang Sugito (Dosen UNESA), Rahmat Djoko Prakoso (Dosen STKW), Setyo Yanuartuti (Dosen UNESA), Peni Puspito (Dosen UNESA), dan Eko Wahyuni Rahayu (Dosen UNESA).

Hari ini (17/2) buku itu diluncurkan di Gedung Srimulat, kompleks Taman Hiburan Remaja, Surabaya.Acara yang dihadiri sekira 200-an orang itu membincang mengenai sisi-sisi spiritual dan nilai dalam tari etnis yang sering kali terabaikan dari pelaku seni tari maupun bagi pengajar mata pelajaran tari di sekolah.

“Dalam dunia pendidikan,kita sebaiknya tidak hanya mengajar tari secara tehnik tapi juga bisa memberikan pemahaman mengenai spirit dan nilai-nilainya. Kehadiran buku ini diharapkan bisa memenuhi harapan untuk menjembatani hal itu,” ungkap Heri Lentho dalam sambutannya mewakili DKJT.

Bambang Sugito, salah satu penulis mengatakan, “Di Indonesia, budaya menulis memang sangat langka. Apalagi tulisan tentang tari.Karena itu, generasi muda, mari membiasakan menulis. Sehingga kalau suatu saat butuh referensi, kita tidak akan kehilangan. Saya berharap tradisi buku ini dilanjutkan, karena banyak kesenian-kesenian kita yang belum terdokumentasikan.”

Dibagi dalam 6 esai yang membahas Muatan lain koreografi tari jaranan, Tari jaranan Jawa di Tulungagung, Spiritualitas tayub dalam budaya masyarakat agraris dimensi estetik, Religi dan sosial, Tari Ghambu Pamungkas sebagai bentuk tari pertunjukan di Sumenep Madura, Koreografi Janger Banyuwangi, dan Tari Seblang sebuah pertunjukan ritual di Banyuwangi, buku ini mencoba menampilkan beberapa pandangan para penulis seputar seni pertunjukan tari etnik yang hidup di Jawa Timur, yang pada umumnya lebih bersifat apresiasi.(DS)

1 Comment

santi - 23. Apr, 2010 -

kayaknya seminarnya salah target, yg dtg hanya memikirkan dapat sertifikat aja tu……
waktu pembicaranya ngomong eh malah peserta jadi ajang reuni unesa aja,,,,,,,(tanya kabar,punya ank berp,uda PNS belm deelel)
sayang….sayang….pdhl penelitian tu dikerjakan mati-matian

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan