-->

Kronik Toggle

Uni Eropa Berupaya Digitalkan Buku

Kebijakan untuk mendigitalkan warisan budaya global sebaiknya diserahkan pada pemerintah.

VIVAnews – Uni Eropa masih berupaya agar hak cipta buku format digital  tidak jatuh ke tangan perusahaan swasta. Rencana untuk memulai proses digitalisasi pan-Eropa saat ini sudah berkembang.

Selain proses digitalisasi, sejumlah proyek terkait kepemilikan buku-buku digital itu juga sudah dimulai atau direncanakan. Meski belum satupun yang telah berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

Meski belum berhasil, Uni Eropa tidak menyerah dan para anggotanya sepakat untuk membentuk sebuah komite. Menteri Kebudayaan Prancis, Frederic Mitterrand, kepada harian lokal Journal du Dimanche, mengatakan bahwa ada kepentingan untuk menjadikan proyek itu sebagai pekerjaan yang dikerjakan pemerintah.

“Komite akan diminta untuk menyatukan pandangan-pandangan nasional dan menetapkan posisi komite secara bersama-sama,” kata Mitterrand seperti dikutip dari Softpedia.

Argumen utama dalam proyek itu adalah bahwa usaha mendigitalkan buku tersebut terlalu penting untuk diserahkan pada sebuah perusahaan swasta. Kenyataan bahwa perusahaan yang punya potensi mendapatkan hak cipta atas buku digital adalah perusahaan Amerika, semakin membuat situasi semakin buruk, meski Mitterrand bersikap hati-hati dalam mengomentari ini.

Dia menolak memberikan komentar atas revisi persyaratan soal lisensi yang sekarang hanya melibatkan buku-buku yang diterbitkan di AS, Inggris, Kanada, dan Australia. Namun, kata Mitterrand, kebijakan harus diserahkan pada pembuat kebijakan pemerintah, bukan antara perusahaan swasta dan kelompok-kelompok pemilik hak cipta.

“Bagi saya, tidak ada anti-Amerikanisme. Meski demikian, Amerika bukan suatu patokan, dan opini yang berbeda-beda harus diekspresikan. Itulah kenapa saya tidak ingin negara menyerah pada pasar,” Mitterrand. “Keputusan untuk kepemilikan hak cipta warisan global versi digital bukanlah milik kelompok tertentu,” ucapnya.

*) Dikronik dari VIVAnews, 1 Desember 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan