-->

Kronik Toggle

UMM Launching Tiga Buku Karya Mahasiswa

Tiga buku baru karya mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang di-launching Rabu (30/12), laris manis dibeli mahasiswa lain dan dosen. Buku yang dicetak masing-masing 500 eksemplar itu dipasarkan sendiri oleh mahasiswa ke para mahasiswa, dosen dan toko-toko buku di Malang dan Yogyakarta.

“Ini pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka harus bisa menulis, penuh percaya diri dan sanggup memasarkan kepada publik,” kata sekretaris jurusan Komunikasi, Nurudin, MSi.

Tiga buku itu adalah Jejak Pers: Tapak-Tapak Kaki Kuli Tinta Mencari Jati Diri, Kuda Troya: Mengurangi Benang Kusut Ekonomi dan Politik Media Massa dan Kutu-Kutu Media: Seksualitas dalam Globalisasi Media. Ketiganya merupakan kumpulan tulisan mahasiswa konsentrasi Jurnalistik dan Studi Media Jurusan Ilmu Komunikasi UMM yang dibina dosen Nurudin, MSi.

Menariknya, kasus yang diangkat dalam buku base on case, atau kasus terkini diambil dari fenomena hangat tengah terjadi di masyarakat. Semula semua tulisan merupakanhasil tugas mata kuliah Manajemen Penerbitan Pers. Tulisan-tulisan kritis mahasiswa itu diklasifikasi menjadi tiga tema sehingga menjadi tiga buku.

Dalam acara peluncuran buku, hadir pembedah buku dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fajar Junaidi, MSi. Menurut Nurudin, Fajar-lah yang menginspirasi terbitnya buku-buku ini. Sebab, di UMY, mahasiswa binaan Fajar memang diajak untuk memproduksi buku-buku untuk membuktikan  kerja ilmiah mereka.

Mengomentari buku-buku itu, Fajar menyatakan, karena penulisnya mahasiswa, gaya bahasanya sangat menarik. Terbuka dan sedikit ‘nakal’, membuat kasus yang diangkat terasa panas dan tidak bosan dibaca. Dosen ‘nyentrik’ ini mencontohkan, salah satu tulisan berjudul Media Massa sebagai Tunggangan Politik, dalam Kuda Troya membahas ideologi jurnalis yang kalah dengan kepentingan politik. Yang mengambil contoh  Munas Golkar, bulan Oktober yang lalu. Dimana ANTV yang ditunggangi Aburizal Bakrie terus memprofilkan dirinya sebagai calon ketua Golkar. Atau sebaliknya, Metro TV yang gencar memprofilkan Surya Paloh, tanpa memunculkan saingannya dalam tayangannya.

Tidak hanya itu, Kuku-Kutu Media, yang mengupas seks dan seksualitas yang menjadi komoditas media massa, selalu diangkat di berbagai media. Mulai radio, suratkabar, tabloid, internet dan televisi menawarkan konsep seksualitas. Buku ini akan menggiring pembaca untuk lebih melek media, dan terbelalak menyikapi fenomena di media massa, yang tak jarang memberi dampak negatif.

Hadirnya buku ini, diharapakan memberikan gambaran media massa saat ini, yang tanpa disadari memberikan dampak luar biasa bagi pembacanya. “Semoga para dosen juga tergelitik untuk menulis buku, tidak kalah dengan mahasiswanya,” pungkas Nurudin. (rka)

*) Dikronik dari situs umm.ac.id dengan judul asli Tiga Buku Mahasiswa Ikom Laris Manis

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan