-->

Kronik Toggle

Bibit Samad R: Terbitkan Go to Hell Koruptor

PURWOREJO – Bibit Samad Riyanto bakal menerbitkan buku yang berjudul Go to Hell Koruptorpertengahan Desember ini. Hal itu diungkapkannya di sela pulang kampung di Dusun Krajan I, Desa Kedungagung, Kecamatan Butuh, Purworejo malam akhir pekan lalu.

Dikatakan Bibit, bersamaan dengan aktifnya lagi dirinya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), buku yang dalam terjemahan bebasnya berbunyi Pergilah ke nereka koruptor kini baru selesai proses editing dan akan segera masuk percetakan. “Saya minta bantuan kawan wartawan untuk proses editing. Saya minta bahasanya dibuat seperti bahasa pemberitaan supaya lebih mudah dicerna. Buku tersebut mungkin dilempar ke pasaran pertengahan bulan ini,” katanya.

Bibit mengungkapkan buku tersebut berisi tentang eksplorasi pemikiran dan pandangannya Bibit berkaitan denga praktik-praktik korupsi yang terjadi, pemberantasan, dan kendala-kendala yang dihadapi. Termasuk pengalaman pahitnya dalam kasus yang disangkakan kepada dirinya bersama rekannya Candra M Hamzah. “Kasus kemarin itu menjadi bagian dari kendala lembaga KPK. Ada semacam resistensi dan upaya pelemahan KPK yang getol memberantas korupsi,” ujarnya.

Bibit memaparkan sedikit isi buku yang bakal dirilisnya, ada empat hal penyebab korupsi, niat, peluang, kemampuan, dan sasaran. “Keempat hal itu sangat rentan ada pada para pejabat dan penyelenggara negara,” katanya.

Selain itu adanya beberapa kelemahan yang mendukung praktik korupsi. Satu di antaranya sistem politik dan sistem anggaran. Sistem politik biasanya cukup melekat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kesempatan para pemilik modal besar yang biasanya maju dalam Pilkada.

“Biasanya para pemilik modal yang maju Pilkada akan mencari uang pengganti dana yang dikeluarkan salam proses Pilkada. Termasuk dengan jalan yang menyalahi aturan. Modus mendapat tambahan pendapatan itu yang dalam istilah saya hidden income (penghasilan tersembunyi),” paparnya.

Bibit juga menyebutkan sedikitnya ada tiga cara bisa dilakukan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, salah satunya secara kuratif (penindakan), kemudian preventif (pencegahan) dan selebihnya preemtif atau penanganan masalah dari hulu permasalahan. “Langkah yang terakhir itu sangat penting, karena menyangkut semua aspek,” katanya.

Bibit tegas mengatakan kasus yang sempat membelitnya bukan halangan baginya untuk melakukan pemberantasan korupsi. “Justru setelah kasus itu saya lebih bersemangat. Tidak perlu ada yang ditakuti untuk memberantas korupsi. Kalau masalah suka tidak suka terus mengancam, paling pol ujungnya mati to? dan semua orang pasti akan mati. Dan lebih baik mati dalam menjalankan tugas dari pada mati ketakutan,” tegasnya. (tom)

*) Dikronik dari harian Jawa Pos, edisi 8 Desember 2009

4 Comments

arifin_tuban - 13. Des, 2009 -

maju terus pak bibit. memang kematian bukan untuk di takuti, tapi harus dipersiapkan. Allahuakbar…

agus - 22. Des, 2009 -

saya dukung lahir batin, dunia akherat pak Bi2t…
semoga mujahidin seperti pk Bi2t di berikan kesehatan dan umur panjang agar dapat mengemban tugas pemberantasan koruptor2 sampai tuntas…
Kalau emang harus nyawa taruhannya, gk perlu dimasalahkan karena surga Allah menantimu di Akherat nantinya…Maju terus pk Bibit….Allah bersama anda !!

Yusrin putra kendari - 30. Des, 2009 -

Sy orang yg sngat Geram Dgn koruptor…lemahnya supremasi hukum di negeri membuat skandal ini terus berlanjut…coba bayangin klo koruptor langsung di hukum “mati”…sy rasa orng akan brpikir 1000X untuk korupsi….smngat trus pak Bibit…pantang mnyerah…koruptor Go To Hell….

harga.basar - 07. Jan, 2010 -

saya bukannya ga pernah korupsi tp saya bukan merugikan negara tp hanya merugikan keluarga, …hehehe/…….(cm info), mnrt ap yg dibilangin beliau itu bnr ttg PILKADA yg punya uang yg maju……(apakah itu demokratis???) n sy mw tanya ap org yg tdk berpendidikan bisa masuk ke anggota DEWAN yg TERHORMAT…ato apa lah yg nmnya PEJABAT.!!!!!?????……..org masuk sekolah aj ada SYARATnya + STANDARDnya; contoh : dr SD ke SMP pk Ijazah n seterusnya dan masuk KERJA pun ADA SYARATnya & STANDARnya………
HUKUM NEGARA KITA YANG TERCINTA Juga LEMAH…………..org maling ayam aj HUKUMNya gila2….coba yg MALING DUIT…..ga GILA……

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan