-->

Kronik Toggle

Jualan Skripsi: Setelah beli, ya jiplak saja…

Jakarta – Setiap hari Susilo (nama samaran), mahasiswa fakultas teknik, salah satu universitas negeri di Yogyakarta selalu mengirim paling sedikit 3 keping DVD ke sejumlah daerah di Indonesia. DVD itu berisi sekitar 1.800 judul skripsi dari semua jurusan dan dari universitas negeri maupun ternama di Indonesia.

Mahasiswa semester 9 itu, mulai melakoni bisnis skripsi via internet sejak September 2009. Bahan-bahan skripsi yang dijual merupakan hasil download dari internet maupun teman-temannya yang kuliah di sejumlah universitas negeri.

“Kebanyakan dari ITS maupun ITB. Karena kebetulan saya mahasiswa teknik jadi teman-teman saya dari dua universitas itu. Kalau untuk fakultas lain hasil download dari teman maupun internet,” jelas Susilo saat berbincang-bincang dengan detikcom.

Susilo mengaku, niatnya menjual bahan-bahan skripsi hanya untuk referensi bukan untuk dicopy paste atau dijiplak 100%. Tapi memang, kata Susilo, ada saja pembeli yang menjiplak karya skripsi yang dijualnya.

Ia mencontohkan seorang pembeli dari Kalimantan Barat (Kalbar), yang pada pertengahan September 2009, membeli bahan skripsi darinya. Pembeli asal kalimantan tersebut merupakan salah satu mahasiswa kedokteran di salah satu universitas di Kalbar.

“Bulan Oktober lalu, pembeli itu chatting sama saya dan bilang sudah lulus kuliah dengan bahan skripsi yang saya jual. Dia ngaku menjiplak habis bahan skripsi yang saya jual,” jelasnya.

Namun ujar Susilo, mahasiswa yang menjiplak bahan skripsi yang dia jual biasanya mahasiswa yang sudah tua atau sudah bekerja. Sehingga dia malas atau tidak punya waktu menyusun skripsi sendiri. Jadi mau tidak mau menjiplak skripsi orang lain.

Ironisnya, sekalipun jadi penjual bahan skripsi, Susilo hingga saat ini belum juga lulus kuliah. Padahal teman-teman seangkatannya banyak yang sudah jadi sarjana. Tidak heran kalau ia sering diledek teman-temannya.

“Bikin skripsi itu sulit Mas. Tapi saya bertekad menyelesaikan skripsi secara normal. Biar ada tantangannya,” aku Susilo.

Sebelum menggeluti penjualan skripsi lewat internet, Susilo sebelumnya sering dimintai bantuan sejumlah mahasiswa di Kota Gudeg tersebut, yang sedang menyusun skripsi. Susilo diminta untuk jadi pembimbing mereka. Atas jasanya tersebut setiap mahasiswa harus membayar Rp 50 ribu.

Tapi terkadang beberapa mahasiswa yang dibantunya itu ada juga yang meminta dibuatkan skripsi secara utuh. Nah, kalau order seperti ini tarifnya lain lagi. Soal patokan harga tergantung kesepakatan. “Yang pasti harga mahasiswa lah mas,” ujarnya.

Sekalipun mendapat uang yang lumayan dari hasil pembuatan skripsi, namun Susilo mengaku kewalahan mengatur waktunya. Apalagi saat ini ia juga sedang sibuk menyusun skripsi. Akhirnya ia pun beralih ke bisnis penjualan skripsi via internet.

Untuk mendapatkan judul dan bahan skripsi komplet, dari Bab I hingga Bab IV, yang dijual Susilo, pembeli dikenakan biaya Rp 50 ribu. Harga tersebut belum termasuk ongkos pengiriman.

Sejak September 2009 hingga saat ini, Susilo mengaku paling tidak telah menjual sekitar 200-an DVD yang berisi ribuan bahan skripsi. Kebanyakan pembelinya berasal dari Jakarta. “Tapi saya tidak tahu yah skripsi yang saya jual untuk referensi atau dicopas (dijiplak),” begitu kata Susilo.

Susilo hanyalah satu penjual skripsi yang memasarkan jasanya lewat internet. Dari penelusuran detikcom, setidaknya ada puluhan orang yang menjual jasa sejenis.
Harganya beragam. Ada yang dijual Rp 50 ribu, ada juga yang harganya mencapai Rp 500
ribu.

Selian menjual bahan skripsi yang sudah jadi, penjual juga melayani jasa pembuatan skripsi dari awal. Jadi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi tinggal mengirimkan judulnya saja. Setelah itu bahan skripsi langsung diselesaikan sang penjual.

Untuk jasa pembuatan skripsi penjual mematok tarif Rp 600 ribu. Sedangkan untuk skripsi yang direvisi harganya mencapai Rp 1,5 juta. “Kalau dari awal kita yang bikin, nyusunnya lebih mudah dibanding merevisi skripsi,” jelas Lucky, penyedia jasa pembuatan skripsi yang juga memasarkan via internet kepada detikcom.

Perempuan muda yang mengaku jebolan PTN di Bandung tersebut mengatakan, bisnis pembuatan skripsi yang ditawarkan via internet sudah dilakoni sejak 2008. Pihaknya mengaku siap menyelesaikan skripsi dari jurusan apapun.

Soal pembayaran, kata Lucky, pihaknya sangat fleksibel. Pembayaran bisa dilakukan per bab atau setelah skripsi sudah jadi. Bila bab I sudah selesai, pemesan tinggal mentransfer uang. Keesokan harinya bab I langsung dikirim ke alamat pemesan.

“Jika ada bab yang direvisi dosen pembimbing, maka kami akan merevisinya secara gratis. Pokoknya terima beres saja,” ujar Lucky meyakinkan.

Yang pasti, para mahasiswa yang saat ini sedang membuat skripsi banyak yang kepincut untuk lulus dengan cara mudah. Betapa tidak, dengan hanya  membayar uang ratusan ribu rupiah, skripsi sudah beres dan siap diserahkan ke dosen pembimbing.

* Diunduh dari “Laporan Khusus” detik.com edisi 30 November 2009 dengan judul “Jualan Skripsi: Pemesan Kebanyakan Mahasiswa Jakarta”

4 Comments

dharmawangsa - 12. Jan, 2010 -

wah mau jadi apa dokter kok jiplak habis skripsinya..yang parah para pembimbing dan pengujinya..gaptek smua ga pernah searching internet..wah gmn kualitas fak kedokterannya tuh..kumaha atuh

jirin - 16. Apr, 2010 -

mengerikan…!!!dokter jiplak skripsi orang laen…!!!pantes aja banyak dokter sableng!!!

louzer kidz - 08. Jun, 2010 -

wah asik juga jaman sekarang dokter jiplak skipsi, mudah2n to dokter bisa bikin jantung jiplakan yang bermanfaat buat para pendarita penyakit jantung…………

Saipuddin Dahlan - 11. Mei, 2013 -

Ya, sebetulnya si penjual contoh skripsi itu hanya mengambil kesempatan agar bisa memperoleh keuntungan bukan bermaksud agar mahasiswa bisa menyelesaikan skripsi dalam satu malam hanya dengan sedikit revisi sana sini. Namanya juga contoh. Hanya sebagai gambaran saja. Ya kan!

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan