-->

Tokoh Toggle

Jasmine, Peneliti juga Harus Modis

Jasmine. Foto: Tempo Interaktif

Jasmine. Foto: Tempo Interaktif

BALI — Siang itu terik mentari sangat menyengat. Cuaca panas di Pulau Dewata Bali sangat membakar tubuh dan seperti tidak menunjukkan kesan akrab bagi para peserta seminar Beautisphere P&G regional Asia-Pasifik yang berlangsung di Four Season Resort, Jimbaran, Bali, pekan lalu.

Semilir angin di Pantai Jimbaran yang berembus dari resor mewah seperti menjadi penghapus rasa terik yang menyengat.

Kemudian sesosok tubuh tinggi semampai bergaun agak terbuka berwarna ungu dan berbahan sutra dengan motif kain pantai khas Bali menyapa Tempo dengan ramah.

Senyuman manis, wajah ayu mempesona, tutur sapa halus, ramah, serta kalimat-kalimat lugas nan bernas meluncur dari bibir Jasmine Karsono.

Wanita dengan rambut bersuntingkan bunga kamboja ini sungguh menjadi obat mujarab di sela-sela padatnya seminar.”Biar panas, tetap semangat. Jangan kalah dengan hawa panas begini,” suara lembut Jasmine menyejukkan suasana. Perempuan Indonesia asli ini tercatat sebagai salah satu peneliti andalan di perusahaan kosmetik tersebut. Di sana ia termasuk tokoh penting bersama sederet nama yang berasal dari mancanegara.

“Saya menyukai bidang penelitian. Ada kepuasan yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Tapi hasilnya bisa diterima masyarakat,” kata wanita yang tampil sangat modis ini. Ya, Jasmine jauh dari kesan seorang peneliti umumnya.
Diakui oleh Jasmine, penelitian adalah cinta pertamanya. Sejak sekolah menengah atas, ia suka pelajaran biologi dan penelitian di laboratorium, meski jurusan kelasnya adalah A1 atau Fisika.

“Saya suka bidang ini, menguji bahan a, b, dan seterusnya. Lalu mengkombinasikan, mencampur, meneliti sambil mengamati proses yang terjadi. Kemudian mengambil sampel, melakukan uji coba dengan mencit (tikus), melihat dan mengamati proses, hipotesis, hingga hasil akhir. Kesemuanya merupakan kenikmatan yang hanya bisa dirasakan di sini,” tuturnya panjang-lebar.

Jari telunjuknya terangkat ke bagian dadanya, yang berarti kepuasan dalam hati.
Membentangkan karier penelitinya di perusahaan kecantikan ini membuat otaknya makin terasah. Di sini ia nyemplung total bergelut dengan para peneliti terkemuka dari mancanegara. Berkutat di laboratorium, bergelut dengan sel-sel a, b, c, dan seterusnya, serta melakukan uji coba untuk produk ini dan itu juga menyulut sensasi tersendiri.

Apalagi saat mempresentasikan hasil penelitian hingga akhirnya diterima publik. “Untuk produk tertentu, seperti rambut dan kecantikan yang lain, kadang uji cobanya pada diri sendiri,” ucap Jasmine, yang menjadi peneliti kunci krim malam tiga menit keluaran salah satu produk P&G yang dipasarkan se-Asia-Pasifik.
Toh, penyuka empek-empek Palembang ini berterus terang bahwa sebagai peneliti tak membuatnya kaku atau jadul alias ketinggalan zaman.

“Peneliti tak harus serius dengan image berkacamata tebal, kutu buku, atau isn’t good looking. Bagi saya, peneliti harus trendi, modis, dan bisa menempatkan diri.”
Anak tunggal yang dibesarkan oleh eyang kakung dan putrinya itu menuturkan, sejak kecil ia selalu disemangati supaya terus sekolah dan sekolah.

Eyang kakungnya adalah kamus berjalan yang mengenalkan Jasmine dengan dunia penelitian, meski skalanya kecil. Eyang kakungnya pernah mengajak meneliti bunga melati yang tumbuh di halaman rumah sebagai campuran teh.
“Saya teringat pada ucapan eyang, yang menyebutkan nama saya berarti melati nan harum. Jadi saya pun harus bermakna seperti melati,” tutur Jasmine, yang punya sifat pantang menyerah dan konsisten.

Sifat pantang menyerah itu diwujudkan saat kuliah dari beasiswa di Amerika. Ia mencari tambahan finansial dengan menjadi pemandu cakram padat (DJ) dan pemain piano di beberapa klub. “Sikap konsisten, ya, dari awal karier serius hingga sekarang saya berkarier di perusahaan ini,” Jasmine menegaskan.

* Diunduh dari Portal Online Tempo Interaktif Edisi 16 Desember 2009 dengan judul asli “Peneliti Tak Harus Serius”.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan