-->

Kronik Toggle

Istana Belum Larang Buku George Junus Aditjondro

BOGOR – Menyusul terbitnya buku “Membongkar Gurita Cikeas”, sang penulis buku, Goerge Junus Aditjondro dikabarkan dalam posisi sulit karena harus masuk daftar cekal. Kabar itu pun sampai di istana.

Juru bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha mengaku mendapat telpon dari wartawan London, BBC, yang meminta konfirmasi dugaan pencekalan terhadap Goerge. “Saya barusan ditanya wartawan dari London, BBC, dia tanya apakah benar Goerge Tjondro dicekal. Dia dalam keadaan sulit. Saya katakan, tidak. Apakah benar Presiden suruh tarik buku itu dari peredaran, saya katakan belum sampai kesana. Bahkan, pemilik buku khawatir, tidak berani jual buku George. Saya jelaskan, itu bukan urusan kami,” terang Julian, Sabtu (26/12).

Hanya saja, kata Julian, dirinya yang juga sebagai akademisi di Universitas Indonesia mampu menilai isi buku tersebut. “Saya kan dari akademisi. Kalau betul yang tertuang dalam buku itu hasil riset, berarti perlu ditelaah ulang. Banyak sekali sisi lemahnya,” kata Julian menilai buku “Membongkar Gurita Cikeas”.

Bahkan, lanjut Julian, ada kesan dalam buku itu nilai-nilai pribadi Goerge ikut tertuang. “Seharusnya nilai-nilai pribadi penulis tidak masuk, tidak bebas nilai. Ini yang prihatin,’ tudingnya.

Meski merupakan hasil riset, namun Julian mempertanyakan subyektifitas penulisnya. “Tidak patut terjadi subyektifitas penulis ikut-ikutan dimuat. Tapi, kita dari kalangan akademisi tahulah siapa Goerge. Tidak mengejutkan atau aneh apa yang dia tulis, tetapi karena menyangkut Presiden, saya perlu mengkajinya,” beber dia.(gus/JPNN)

*) Dikronik dari jppn.com, edisi 26 Desember 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan