-->

Kronik Toggle

Hari-hari Melelahkan Wartawan Senior RM Yunani Prawiranegara

SURABAYA –Tubuh RM Yunani Prawiranegara terbaring lemah. Alat bantu pernapasan menempel di wajah. Bagian tubuh sebelah kiri tak bisa digerakkan. Hanya tangan kanan yang bisa menjawil kerabat saat ia butuh bantuan. Itulah kondisi wartawan senior Jatim ini di ruang 314 Graha Amerta RSU Dr Soetomo, Senin (14/12).

Dia dilarikan ke RS, Jumat (11/12) sore, setelah stroke, penyakit yang menderanya dalam beberapa bulan terakhir, menderanya. “Sebelumnya, dia hanya sambat kakinya lemas, sebelum terjatuh ke lantai,” tutur Ny Sumiati, istri yang setia menemani.

Pegiat Dewan Kesenian Surabaya ini sudah pernah dirawat di RS karena gangguan prostat. Faktor usia, tekanan darah tinggi, jantung, dan diabetes barangkali jadi pemicu stroke pria 63 tahun itu.
Meski sakit, semangat menulis berita masih membara. “Begitu tahu tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki kiri, ia terus-menerus bertanya, apa masih bisa mengetik,” tutur Ny Sumiati. Tak hanya itu, ia masih terus mengkritisi kondisi sosial saat ini. Maklum, penulis beberapa buku ini aktivis di lembaga Mujahiddin dan Dinas Pariwisata Jatim.

Sebelum dirawat di Graha Amerta, mantan redaktur senior Surabaya Post ini lebih dulu dilayani di ruang Seruni RSU Dr Soetomo selama tiga hari. Ia dipindahkan ke Graha Amerta, Minggu (13/12) siang. Ia ditangani tiga dokter, termasuk dokter saraf dan jantung.

Hasil CT scan menyebutkan, penasihat PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya) itu mengalami pendarahan dan penggumpalan darah di pembuluh otak. Tim dokter sudah bersiap mengoperasi, Senin (14/12). Tapi, karena beberapa pertimbangan, bedah dipending.

Kondisi kesehatan Yunani yang memprihatinkan mendorong rekan-rekannya menggalang pengumpulan dana. “Sebelum ini beliau sudah menghabiskan dana sampai Rp 25 juta,” ujar Bambang Edy Santoso, rekan yang menggalang gerakan Upaya Penggalangan Dana dan Doa untuk RM Yunani Prawiranegara.

Gerakan dukungan yang mulai disebarkan dalam jejaring facebook itu tak hanya ditujukan bagi rekan-rekan dan kerabat Yunani atau sesama jurnalis, melainkan juga terbuka bagi publik. rey/Dyan Rekohadi

*) Dikronik dari Surya Online, 16 Desember 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan