-->

Kronik Toggle

Gus Dur di Headline Media Massa Belanda

Den Haag – Wafatnya mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mendapat perhatian luas di Negeri Belanda. Hampir semua media massa besar menempatkan Gus Dur di headline.

Dia meninggal dunia Rabu (30/12/2009) di rumahsakit setelah lama sakit, lansir harian Algemeen Dagblad mengutip sumber di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wahid sejak Selasa terbaring di ruang intensive care (rawat intensif) akibat gangguan pernafasan dan pendarahan dalam tubuhnya, tulis De Volkskrant.

Wahid adalah presiden Indonesia dalam tahun-tahun turbulensi 1999 sampai 2001. Dia adalah salah satu tokoh yang mempercepat jatuhnya presiden Soeharto di 1998, NRC Handelsblad melaporkan.

Dia dikenal sebagai pejuang Hak Azasi Manusia (HAM) dan toleransi beragama. Di bawah kekuasaannya dia memperbaiki kebebasan pers secara signifikan dan minoritas Cina mendapat lebih banyak hak-haknya.

Namun Wahid juga dipandang suka nyleneh dan gagal menjalin hubungan baik dengan militer. Dia tersandung skandal korupsi dan memecat berbagai menteri, salah satunya Susilo Bambang Yudhoyono, kini presiden, demikian NRC Handelsblad.

Selain media massa cetak dan online, semua radio dan televisi Belanda juga mengabarkan kepergian Gus Dur ke hadirat Sang Khalik, untuk selama-lamanya. (es/es)

*) Dikronik dari detiknws.com 30 Desembe 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan