-->

Kronik Toggle

Gurita Cikeas Dijadikan Inspirasi Pembelajaran Membaca Dengan Hati

Mengingatkan kembali gerakan gemar membaca, seiring dengan ramainya pembicaraan tentang kontroversi buku Gurita Cikeas, Rabu (30/12) siswa SDI Raudlatul Jannah, Sidoarjo, mengajak para siswanya untuk belajar membaca dengan hati.

“Maraknya pemberitaan seputar kontroversi peluncuran buku Gurita Cikeas seharusnya mampu dimanfaatkan oleh dunia pendidikan. Bukan untuk ikut pro dan kontra terhadap materi bukunya, melainkan dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali gerakan gemar membaca,” ungkap AISYAH, S.Si kepala sekolah SDI Raudlatul Jannah.

Para siswa dikelompokan dalam 4 kelompok besar, 2 kelompok putra dan 2 kelompok putri. Mereka membaca dan bertugas mencari kalimat negatif dari beberapa artikel berita koran dan internet. Suasana belajar tersebut lebih menarik saat para siswa dalam mencari kalimat negatif diharuskan untuk memakai kacamata warna-warni bermotif hati.

“Kegiatan belajar siswa kali ini adalah bagaimana bersikap kritis saat membaca berita negative.dan pembelajaran ini dilaksanakan dalam sebuah aktivitas bertema; Membaca Dengan Hati,” tambah AISYAH.

Saat ini, lanjut AISYAH, tidak sedikit berita-berita yang muncul di koran, televise, dan internet adalah berita-berita negativ. Karena itu, pihak SDI Raudlatul Jannah merasa perlu memberikan bekal sejak dini agar nanti para siswa mampu bersikap kritis untuk menyeleksinya.

Pembelajaran Membaca Dengan Hati, secara khusus dipandu FITRI ISNAWATI S.Pd. “Dengan sejak dini kita ajarkan sikap kritis dalam menanggapi berita negatif akan tercipta generasi yang arif dan tidak mudah terprovokasi,” harap FITRI seperti disampaikan dalam siaran persnya yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (30/12).(tok)

*) Dikronik dari Suarasurabaya.net edisi 30 Desember 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan