-->

Kronik Toggle

Candi Kuno di Bawah Tanah Gedung Perpus UII

YOGYAKARTA — Terkait ditemukannya bangunan candi di lokasi pembangunan Gedung Perpustakaan, UII siap untuk mendukung langkah ekskavasi candi tersebut. Hal ini ditegaskan Rektor UII, Prof Dr Edy Suandi Hamid.

“UII sebagai lembaga pendidikan tinggi sangat menghargai heritage dan berharap agar tidak terjadi kerusakan terhadap bangunan peninggalan sejarah,” ujar Edy Suandy di Gedung Pusat UII Jalan Kaliurang.

Oleh karena itu, proses pembangunan gedung perpustakaan tersebut untuk sementara dihentikan guna memberikan kesempatan bagi tim arkeolog dalam melakukan penelitian lebih lanjut.

Selain itu, proses pengamanan di sekitar lokasi ditemukannya candi juga diperketat. Hal ini untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang ingin melihat secara langsung penemuan candi ini. “Pengamanan ini kita maksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Namun kita tetap memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat ke lokasi,” tambah Edy Suandi.

Rencananya, diatas tanah seluas 4795 meter persegi ini akan dibangun gedung perpustakaan pusat dengan 4 lantai. Tahap pembangunan tersebut kini sedang dalam tahap penggalian pondasi. Namun, jika pasca ekskavasi ternyata dalam bangunan tersebut terdapat candi yang merupakan warisan budaya, maka UII siap untuk memindahkan bangunan dari rencana sebelumnya.

“Semakin cepat proses penelitian oleh arkeolog, maka semakin cepat pula kami menentukan keputusan terkait bangunan perpustakaan pusat. Secara materi, kami memang mengalami kerugian, yakni terkait keterlambatan pembangunan gedung. Namun karena candi ialah aset budaya bangsa, maka kami pun siap untuk melindunginya,” tegas Rektor UII ini.

Bahkan, untuk mempercepat proses ekskavasi ini, pihak pimpinan proyek pembangunan pun siap untuk menyediakan tenaga tekhnis pengerukan serta pemindahan tanah.

Diberitakan KRjogja.com sebelumnya, sebuah candi yang diperkirakan hidup pada masa Kerajaan Mataram Kuno (9 atau 10 Masehi) ditemukan di kompleks pembangunan gedung perpustakaan UII. Pertama kali ditemukan pada Jumat (10/12) sekitar pukul 10.00 WIB oleh para pekerja ketika sedang menggali pondasi di kedalaman 3,5 meter. Candi tersebut terbuat dari batu pandesit dengan kualitas bagus, sehingga keberadaan candi ini dimungkinkan memiliki nilai tinggi pada zamannya.

* Dikronik dari Harian Kedaulatan Rakyat, 13 Desember 2009 dengan judul “UII Dukung Sepenuhnya Langkah Ekskavasi”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan