-->

Kronik Toggle

Anhar Gonggong: Pelarangan Buku adalah Kejahatan

JAKARTA — Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan, pelarangan buku merupakan kejahatan. Pelarangan tersebut mencerminkan negara otoriter bukan demokrasi. ”Jangan melarang buku, karena buku selalu memberi informasi. Persoalan menerima isi buku itu masalah lain. Yang melarang berarti menghalangi masyarakat mendapatkan informasi. Itu bentuk lain kejahatan,” katanya.

Pelarangan buku tersebut dinilai oleh Anhar merupakan salah satu perilaku negara otoriter, bukan perilaku negara demokrasi. ”Ini sama saja seperti zaman Soeharto maupun Soekarno,” katanya. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyatakan, tak ada pelarangan penerbitan buku dalam konstitusi. Aturan pelarangan penerbitan atau pelarangan buku, hanya terdapat dalam peraturan pemerintah.

Sumber: Republika, 30 Desember 2009

2 Comments

arya - 07. Agu, 2010 -

sejarah penuh dgn kbohongan…jngan sok sejarahwan deh

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan