-->

Kronik Toggle

Amir Syamsuddin: Buku "Gurita Cikeas" Isinya Sampah

JAKARTA — Sekretaris Jendral Partai Demokrat Amir Syamsuddin menilai buku “Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century” karangan George Yunus Aditjondro tak perlu ditarik dari pasaran. Hal tersebut menurutnya tidak penting di era kebebasan berekspersi saat ini.

Apalagi, ia menilai isi buku tersebut tidak sedahsyat yang digembar-gemborkan. Amir mengatakan, juga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dalam isi buku tersebut dan tidak ada sesuatu yang perlu dipersoalkan.

“Kalau saya cenderung mengharapkan buku itu jangan ditarik. Kenapa? Ternyata buku itu sampah tidak sesuai judul dengan isi,” kata Amir di Jakarta.

Ia mengatakan setelah membaca isi buku tersebut, tak satu paragraf pun yang menjelaskan yang di balik skandal Bank Century. Menurut Amir, semua hal-hal yang diangkat di buku tersebut juga kutipan dari berbagai sumber yang kesahihannya tidak pernah teruji.

Amir menengarai kabar adanya penarikan buku tersebut merupakan isu yang sengaja dihembuskan untuk bisa menjual buku tersebut sebanyak-banyaknya. Dengan mendengar judul buku itu, kata Amir, semua orang pasti ingin membaca dan membeli. Inilah yang menurutnya dimanfaatkan apalagi saat kasus Century sedang hangat-hangatnya.

“Saya kira perlu beredar biarkan saja agar orang lebih mengenal seorang Yunus Aditjondro,” ujar Amir. Namun, ia mengingatkan pembaca untuk siap-siap kecewa dengan isinya.

Sumber: Portal Online Kompas.com, 27 Desember 2009

2 Comments

Em. Firman - 29. Des, 2009 -

“Saya kira perlu beredar biarkan saja agar orang lebih mengenal seorang Yunus Aditjondro,” ujar Amir. Namun, ia mengingatkan pembaca untuk siap-siap kecewa dengan isinya.

cukup menarik nyali sampyan, pak..!
tapi saya bertanya-tanya… kira2 yang sampah itu bukunya atau isi buku itu pak, krna tlah membongkar sampah2 di istana? jangan2 sampyan juga sampah? iri karna mungkin nama sapyan nggak d masukin d dalamnya..? dukung sj SBY, pak, dari pada nggak ada yang dukung nantinya?

saya sendiri membaca buku it nggak kecewa, saya bangga dngn sosok Yunus, karna d ngri kita ini masih ada yang mau tahu dan peduli tentang kberadaan pemrintahnnya. namun, kecewanya saya stelah membaca buku itu, bahwa di sana, yang slama ini klihatan sok gagah, sok suci dngan kpemimpinannya ternyata sampah semuanya… (bukan saya yang bilang lo,pak, sampyan sndiri to yang bilng bhwa buku itu sampah). tapi sampyan nanti klo mo bilang lagi jangan keras2 lo, nanti ketahuan sampah2nya SBY sampyan di pecat jadi Sekretaris Jendral Partai Demokrat?

daeng tabba - 23. Mar, 2010 -

Setuju dengan tanggapan Pak Firman. Secara umum saat ini rakyat kt makin cerdas. Tdk sulit membedakan mana yang sampah beneran dan yang disampah2-in. Jd pak Sekjen yg huebat beretorika. Alangkah indahnya klu pak sekjen yg gagah berani mampu tampil dgn gaya retorika spt saat ini, ketika menghadapi Malakul MAUT. Tp apakah Pak Sekjen msh bisa berkelit, smntara mulut bapak yg slma ini dipkai beretorika tlh dikunci rapat???. Yang bicara adalah anggota tubuh bapak yg lain, yg selalu setia memonitor kebohongan yang dilakukan sehari2. Semoga Pak Sekjen diberikan sedkit saja rasa ketakutan menghdapi MAUT. Agar bapak bisa berhati2 dlm berucap dipanggung politik dunia yang FANA ini. Salam dari RAKYAT JELATA, yg merasakan penderitaan setiap hari.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan