-->

Kronik Toggle

400.000 Warga Jabar Buta Huruf

TASIKMALAYA – Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Khamid Muhammad menyebutkan, angka buta huruf di Jawa Barat (Jabar) saat ini masih mencapai 400.000 orang.

Jumlah tersebut mencapai 5 persen dari angka buta huruf skala nasional yang berjumlah 9 juta orang.

“Memang yang terbesar angka buta huruf itu terkonsentrasi di Pulau Jawa, sekira 60 persen dari 9 juta berada di sini. Termasuk Jabar yang memang masih rendah angkanya jika dibandingkan dengan Jawa Timur yang mencapai 9 persen atau sebanyak 3 jutaan warganya yang buta huruf,” papar Khamid usai menghadiri acara haul kedua KH Moh Ilyas Ruhiat (alm) di Ponpes Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (3/12/2009).

Faktor utama penyebab tingginya angka buta huruf di Pulau Jawa, menurut Khamid, adalah karena pada umumnya anak-anak tidak masuk sekolah, angka drop out (DO) pun tinggi, dan wajib belajar enam tahun gagal dilaksanakan.

“Untuk mengatasinya kami melakukan berbagai upaya. Saat ini sudah kami klasifikasikan dari usia muda 15 hingga 45 tahun dan untuk usia tua itu tetap kami tangani, tetapi caranya berbeda, tidak belajar di sekolah seperti biasa, tetapi melalui program wirausaha dengan target membaca dan menulis,” katanya.

Ditanya mengenai maraknya pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) fiktif yang mengajukan dan mendapatkan bantuan dana, Khamid menegaskan akan melakukan pendataan ulang dan sweeping yang dilakukan efektif 2010. Hasilnya akan ditampilkan dalam website sehingga masyarakat dapat memberikan penilaian layak atau tidaknya PKBM dan kelompok belajar tersebut mendapatkan bantuan pendidikan.

“Saya kurang hafal datanya, hanya memang banyak proposal fiktif yang masuk kepada kami ataupun malah telanjur mendapatkan bantuan,” tegas Khamid. Nanang Kuswara/Koran SI/ded/okezone

*) Dikronik dari harian Surya, 4 Desember 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan