-->

Kronik Toggle

Safari Diklat Jurnalistik:SMA Antartika

SIDOARJO – Inspirasi mengesankan muncul di SMA Antartika Sidoarjo. Setelah jadi tuan rumah Safari Diklat Jurnalistik pada Sabtu (28/11), guru dan siswa bertekad memaksimalkan laboratorium bahasa sekolah tersebut sebagai ajang diskusi dengan topik-topik bahasa Indonesia.

Ruang laboratorium bahasa itu selama ini digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan bahasa asing. Atau, tempat berlatih drama dan baca puisi. “Selama ini hanya itu,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SMA Antartika Mudjaini Achmad.

Pelatihan penulisan berita dan opini dari Jawa Pos Sabtu lalu membuka wawasan guru-guru dan siswa SMA Antartika. Mereka merasakan pentingnya penambahan keterampilan jurnalistik, baik kemampuan menulis opini maupun berita. Termasuk, perbendaharaan dan penguasaan kata yang harus terus dilatih. Bekal pelatihan menulis berita dan opini itu akan ditindaklanjuti dengan program belajar baru. “Kami akan buka diskusi berbahasa Indonesia,” terangnya.

Rencana itu, lanjut Mudjani, akan dibawa dalam rapat koordinasi antarguru. Harapannya, semua guru bisa mendukung program optimalisasi laboratorium bahasa itu. Dia yakin siswa akan semakin gemar membaca. Guru-guru juga bakal mendapatkan informasi lebih ba nyak seputar isu nasional maupun internasional yang sedang hangat. “Mereka akan piawai berargumen baik secara lisan maupun tulisan,” tambah Mudjani.

Bekal informasi tentang isu-isu hangat itu diyakini sangat memengaruhi pengem bangan pola pikir. “Kalau ingin menulis, mereka tidak ketinggalan topik. Kami belajar banyak dari diklat penulisan opini kemarin (Sabtu, Red),” tambah Mudjani.

Safari Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan Jawa Pos dengan menggandeng Dispendik Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik serta Balai Bahasa Surabaya dan Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Jatim itu juga membekali guru dan siswa tentang bahasa koran. Bekal mereka pun semakin komplet.

Kusriani, 16, salah seorang siswi, mengaku bangga bisa mewakili sekolahnya untuk mengikuti diklat yang didukung oleh Hon da dan Flexi itu. Sebagai wakil ketua tim majalah dinding (mading) SMA Antartika Sidoarjo, siswi kelas 2 IPA 2 itu menyatakan segera memperbaiki model mading. “Setidaknya memperbaiki isi dan muatan mading dulu. Pelan-pelan harus ada perubahan yang lebih bagus,” tuturnya.

Tahun ini, kata Kusriani, untuk yang per tama tim mading SMA Antartika menjadi pesertaDetEksi Mading Championship. Menurut dia, walaupun belum mengantongi juara, mereka percaya diri dapat bersaing dengan sekolah lain dalam ajang kreativitas anak-anak muda tersebut. “Dengan diklat jurnalistik ini, kami semakin mantap untuk ikut DetEksi Mading Championship tahun depan,” terang Kusriani.

Bakat-bakat jurnalistik siswa-siswi SMA Antartika tergolong menonjol. Saat lomba membaca be rita berlangsung, mereka sama sekali tak tampak canggung. Gaya siswa-siswi itu mirippresenter TV yang begitu lincah berkata-kata di depan kamera. Juri lomba baca be rita yang terdiri atas Andri Teguh P. (Jawa Pos), Ali Muchson (HPBI Jatim), dan Sulis tyorini Ariani (SMA Antartika) menilai penam pilan mereka sangat apik. (nuq/roz)

*)Dikronik dari Jawa Pos 30 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan