-->

Kronik Toggle

Safari Diklat Jurnalistik: Guru Terima Koran

SURABAYA – Guru-guru peserta Safari Diklat Jurnalistik bisa mulai berlatih secara intens mengamati opini. Selama dua bulan, mulai besok (1/12), guru peserta Safari Diklat Jurnalistik tahap pertama dikirimi koran. Sekolah-sekolah yang masuk tahap pertama itu adalah SMPN 3 Sidoarjo, SMAN 13 Surabaya, SMPN 21, Surabaya, SMAN 1 Manyar, dan tujuh sekolah lainnya.

Ketua Program Safari Diklat Jurnalistik Guntur Prayitno menyatakan, pengiriman koran Jawa Pos itu merupakan tindak lanjut diklat penulisan opini yang telah dijalani guru. Diharapkan, guru-guru lebih aktif mengamati opini-opini yang dimuat di Jawa Pos. Selain itu, mereka diharapkan mengikuti isu-isu yang tengah hangat dibicarakan. ”Dengan begitu, ide-ide segar mungkin cepat muncul dan bisa dijadikan sebagai tulisan opini,” terang Guntur.

Ide yang muncul lantaran guru banyak membaca itu diharapkan membuat mereka siap berkompetisi. Salah satunya adalah kompetisi penulisan opini. Bisa juga, guru tersebut menulis opini untuk dikirimkan ke media cetak. Tidak perlu takut kalah atau tidak dimuat di media. ”Yang terpenting adalah memulai menulis. Jika sudah sering, tulisannya akan semakin bagus,” tegasnya.

Koran untuk guru tersebut akan dikirimkan setelah proses administrasi oleh sekolah selesai. Selain itu, pengiriman tersebut menunggu pendataan alamat masing-masing guru dan rampungnya pembagian distribusi koran oleh Jawa Pos. Pembagian distribusi itu adalah penentuan agen yang akan mengirimkan koran ke rumah masing-masing guru. Untuk konfirmasi pengiriman koran tersebut, sekolah atau guru yang bersangkutan bisa menghubungi nomor 8202230 dan 8202103. Bisa juga menelepon Bapak Huda di nomor 08123004001.

Sebagaimana dikorankan, ada tiga kegiatan utama dalam program Safari Diklat Jurnalistik. Yang pertama adalah apresiasi berita untuk siswa. Yang kedua diklat jurnalistik. Diklat tersebut meliputi penulisan berita untuk siswa dan penulisan opini untuk guru. Selain itu, masih ada festival bahasa. Kegiatan terakhir tersebut juga dibagi menjadi dua. Yaitu, lomba membaca berita serta unjuk kreasi kebahasaan dan kesastraan. (sha/dos)

*) Dikronik dari Jawa Pos, 30 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan