-->

Kronik Toggle

Safari Jurnalistik:Bersemangat Cintaku Indonesiaku

SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Tampilkan Nuansa Perjuangan

GRESIK – Begitu heroik Safari Diklat Jurnalistik di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik kemarin (14/11). Selain menampilkan semangat membara siswa dan guru dari lima lembaga pendidikan dalam naungan Pengurus Daerah Muhammadiyah Gresik, diklat juga dimeriahkan persembahan puisi kepahlawanan dan dress code perjuangan dengan tema Cintaku Indonesiaku.

Lima sekolah peserta Safari Diklat Jurnalistik itu adalah SMP Muhammadiyah 4 Giri, SD Muhammadiyah GKB 1 dan 2, SD Muhammadiyah Manyar, dan tuan rumah diklat, yaitu SMP Muhammadiyah 12 GKB. ”Meski sekolah kami berbeda lokasi, semua merasa satu,” kata Rahmawati, penanggung jawab acara dari sekolah tersebut.

Nuansa kepahlawanan langsung terasa begitu acara yang diprakarsai Jawa Pos bekerja sama dengan Dispendik Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, HPBI Jatim, serta Balai Bahasa Surabaya tersebut dimulai.

Para peserta menggunakan pakaian perjuangan, pakaian daerah, maupun batik. Di sana-sini juga tampak bendera merah putih. ”Kami mengemas diklat ini sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November serta melestarikan budaya,” ungkap Rahmawati.

Selain lomba baca berita, panitia sekolah mengadakan berbagai lomba yang bertema perjuangan. Misalnya, lomba membaca, mengarang, dan musikalisasi puisi. ”Semua bernuansa kecintaan pada bangsa Indonesia,” jelas perempuan yang juga koordinator kesiswaan SMP Muhammadiyah 12 GKB tersebut.

Amelia Rahma Kartika menjuarai lomba baca puisi itu. Siswi kelas IX D tersebut dengan sangat apik membacakan puisi Chairil Anwar berjudul Kerawang BekasiRunner-up diraih Shelvira dari kelas VII C dengan puisi berjudul Balada Benderaku. Peringkat ketiga diraih M. Giri Hakim, kelas VIIA.

Panitia juga menerima 369 puisi bertema perjuangan karya siswa. Semua puisi itu dirangkai, sehingga membentuk huruf U sepanjang 25 meter di sisi barat halaman sekolah. ”Kami mempersiapkan semuanya sejak panitia Jawa Pos menetapkan hari pelaksanaan safari diklat. Biar semakin heboh,” ungkap Bambang Hermanto, guru kesenian dan teater SMP Muhammadiyah 12 GKB.

Safari yang didukung Honda dan Flexi itu semakin marak dengan penampilan teater sekolah Anak Akar (Akhlaqul Karimah).

Apalagi, peserta diklat kali ini mendapatkan narasumber istimewa. Dia adalah Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Leak Kustiya. Kehadiran Leak ini merupakan yang pertama sejak Safari Diklat Jurnalistik bergulir pada 28 Oktober lalu. ”Saya sangat berterima kasih karena mendapat perhatian istimewa dari Jawa Pos,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Sa’roni yang didampingi Kepala Litbang Isa Iskandar.

Leak memberikan materi tentang penulisan opini kepada sekitar 50 guru yang sangat antusias mengikuti diklat tersebut. Dia, antara lain, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini dilanda krisis hebat. ”Yakni, krisis ide atau gagasan,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, Leak berharap para guru peserta diklat berani menuangkan ide atau gagasan mereka. Caranya? Biasakanlah menulis. ”Menulis itu dijamin undang-undang,” tegasnya. (yad/roz)

*) Dikronik dari Jawa Pos 15 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan