-->

Kronik Toggle

''Robinhood'' Panah Balon, Safari Jurnalistik Meriah

SIDOARJO – Aksi dan kreasi siswa SMK Antartika 2 Buduran mewarnai Safari Diklat Jurnalistik di sekolah tersebut kemarin. Pertunjukan penari remo hingga atraksi pemanah ala “Robinhood” mampu menyedot perhatian penonton. Pemateri diklat jurnalistik pun tak kalah piawai.

Pertunjukan tari remo oleh Yuni Suryani membuka acara. Di tengah-tengah penonton, siswa yang fokus belajar teknik komputer jaringan (TKJ) itu tampak gemulai membawakan tari khas Jawa Timur tersebut. Yuni berujuk tari hingga tuntas dengan sempurna. Riuh tepuk tangan siswa pun muncul sebagai tanda bangga kepadanya.

Atraksi lain ialah unjuk kebolehan pemanah bertubuh mungil bernama Alfareza Harnandito. Alfareza tampil ala Robinhood. Dia memanah guntingan tipis pita yang ditempel pada balon. Panah melesat dan meletuskan balon sebagai tanda pembukaan diklat yang diselenggarakan bersama Jawa Pos, Dispendik Surabaya, Dispendik Gresik, Dispendik Sidoarjo, HPBI Jatim, dan Balai Bahasa Surabaya itu.

Atraksi ala SMK Antartika 2 Buduran ini seolah tak ada habisnya. Sepanjang Safari Diklat Jurnalistik berlangsung, atraksi pun terus mewarnai. Mereka juga menampilkan drama perjuangan pahlawan oleh siswa bersama guru praktik dari Sekolah Tinggi Keguruan PGRI Buduran.

Ada juga pertunjukan seribu puisi karya 1.250 siswanya. Puisi tersebut ditulis di atas kain merah dan putih sepanjang seribu meter. Mereka menggelar puisi tersebut untuk mengabadikan momen Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November.

Penanggung jawab Safari Diklat Jurnalistik Imam Jawahir mengatakan, kegiatan tersebut bukan diklat biasa. Karena itu, pada pembukaan acara, dia juga berupaya menampilkan sesuatu yang juga tidak biasa. “Sebab, ilmu dan keterampilan yang akan kami terima juga tiada duanya,” ucap Imam.

Ada pelatihan penulisan opini oleh Arif Santosa dan penulisan berita oleh Rukin Firda. Kedua redaktur Jawa Pos tersebut menularkan ilmu yang sangat berguna. Juga, bahasa opini dan berita oleh Yani Paryono dari Balai Bahasa Surabaya dan Eko Prasetyo, editor bahasa Jawa Pos. Manfaatnya, kata Imam, akan tetap terasa dalam jangka panjang. “Hal itu sudah kami pikirkan sejak lama. Antusiasme siswa di bidang jurnalistik sangat tinggi,” tuturnya.

Bakat-bakat siswa juga sangat menonjol. Pada lomba membaca berita, misalnya, panitia memutuskan Novi Permata Sari, siswa kelas 11, sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Ayu Vidiyanti dan juara ketiga Hajar, keduanya siswa kelas 10. (nuq/roz)

*)Dikronik dari Jawa Pos 6 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan