-->

Kronik Toggle

Ribuan Buku Bajakan di Pasar Senen Dirazia

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) bekerja sama aparat Polsek Pasar Senen merazia lapak-lapak buku bajakan di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Para penjual diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Benar, sedang kami razia bersama Polsek Pasar Senen. Mereka melanggar UU Nomor 12/2002 Tentang Hak Cipta,” kata Ketua Ikapi DKI Jakarta, Rizal (3/11/2009).

Ribuan buku bajakan tersebut umumnya buku kuliah dan buku umum. Tampak buku bajakan dari penerbit Gramedia, Bumi Aksara dan Rajawali yang dijajakan di lantai 4 Pasar Senen. Razia berlangsung sejak pukul 12.00 WIB dan masih berlangsung hingga kini.

Para pedagang mengaku pasrah ketika barang daganganya diangkut. “Kita cuma menjual. Sudah lama jualan buku beginian,” ujar salah seorang pedagang, Agus (29).

Berdasar UU Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), para penyalur diancam hukuman 5 tahun penjara. Sedikitnya 2 orang penyalur telah diamankan di Polsek Pasar Senen berikut ribuan buku bajakan sebagai barang bukti.

* Diunduh dari portal detiknews.com edisi 3 November 2009

2 Comments

Irwan Bajang - 04. Nov, 2009 -

Kasian para penjual yang mencari nafkah dari situ. Kasian juga penulis dan penerbit kalau bukunya dibajak, nggak semua penerbit sekaya Gramedia untuk memnaggung kerugian itu.
Semua kasihan, deh..
Harus ada soluisi buku murah untuk suplay bacaan rakyat. Bagaimana nggak dibajak, kalau harga buku asli makin mahal saja…buku bajakan jadi lebih murah, dengan kualitas yang gak jauh beda. Mungkin buku bajakan jadi murah karena:
1. Tidak bayar royalti penulis
2. tidak bayar pajak
3. tidak baya editor, proofreader, layouter, dan pembuat cover
4. Tidak ada pengawasan cetak..
banyak jalur yang terpotong. Pertanyaannya adalah. apakah buku bajakan lahir akibat keinginan membaca yang tinggi, konsumsi buku yang makin tinggi, tapi ketidak mampuan pembaca untuk membeli buku mahal asli???
harus ada jawaban kongkret dari pemerintah tentunya.

Kasian, kasian

Erma - 05. Nov, 2009 -

Kalau pedagang buku “murah” dirazia, bisa saja akibatnya adalah semakin maraknya aksi f0to copy dari para pencinta buku “aspal” itu. Karena harga-harga buku diktat kuliah misalnya, memiliki harga yang tidak sesuai dengan kemampuan para pembacanya.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan