-->

Kronik Toggle

Puisi Adaptasi Novel:Dua Sandi di Elle Eleanor

Oleh Rama “Engkos” Prabu

:/elle eleanor

“dibawah temaram lampu yang tertempel di tembok, Kapten Jan dapat melihat tubuh semampai Eleanor sedang membelakanginya. Wajah Eleanor menengadah ke arah bulan yang terang bersinar”

1:
dan kembalilah cinta di ruangkan di malam-malam hitam
pergumulan dewi jingga yang maha
perempuan segala rasa
menanggung tarian tanpa tepian
di panggung sebuah tegalan
kuda-kuda permainan

2:
ada tangan resah, dari degup yang hendak redup
wajah itu membuat dia menangis tragis
kembali teringat derita purba
amsal yang telah niscaya
seketika, waktu berguling memutar datar
ke siar cerdik destar para pengabdi yang sangar

3:
maka, sekumpulan muda hanya jadi penggoda
bagi jiwa yang lama terpapar hampa
setelah lewat ruang pancawarna
tempat dansa-dansi para pendosa
menanti kebahagiaan yang lama

4:
kematian, pembunuhan itu, hanya kilat senyum di punggung gunung
lindap operasi senyap menancap di udara pengap
atas nama cinta di rona-rona tebaran raga
menanti kepastian dari teka-teki yang meremang
menyekat ruang

5:
banyak sandi di setiap duri
lebar liar di pacu aura cinta perangkai badai
mungkin, satu dari kata itu yang kan menusuk rusuk
ke darah muda yang memancar di jantung elle
seraut wajah tanpa cela eleanor

note:
*) penggalan novel Elle Eleanor Karya Zev Zanzad

Bandung, 16 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan