-->

Kronik Toggle

Peserta Kompetisi Mading Makin Tahun Makin Antusias

SURABAYA – Kompetisi mading sebagai sajian utama konvensi anak muda terbesar di Indonesia garapan DetEksi Jawa Pos, Axis DetEksi-Con 2k9, meraih antusiasme tinggi dari peserta SMA-SMA (dan sederajat) se-Jawa Timur. Dalam tahun kedelapan penyelenggaraannya, semakin tahun semakin spektakuler.

Menjelang pengumpulan terakhir pukul 23.59 tadi malam, karya mading 2D, 3D, dan mading gerak peserta terus berdatangan ke area konvensi di SSCC Supermal Pakuwon Indah.

Hingga pukul 20.00 tadi malam, panitia sudah menerima total 274 mading. Rinciannya, 208 mading 2D/3D dan 66 mading gerak. Itu pun masih banyak tim yang mengantre untuk mendapatkan nomor.

Pada konvensi tahun lalu, total ada 384 mading yang dipamerkan di venue konvensi. Sebanyak 324 mading merupakan karya mading 2D/3D dan mading gerak kiriman pelajar SMA (dan sederajat) di Jawa Timur. Sisanya, 60 mading merupakan hasil garapan peserta Mading On-the-Spot tingkat SMP.

Bukan tidak mungkin jumlah mading yang diterima panitia tahun ini bisa menyamai atau lebih banyak daripada jumlah mading tahun lalu. Mengingat, kompetisi ini sudah berjalan delapan tahun. Namun, antusiasme peserta tidak pernah surut.

”Kami salut pada sekolah-sekolah yang tidak pernah absen mengirimkan karyanya setiap tahun. Begitu juga tahun ini, kami menemukan wajah-wajah baru peserta yang ikut ambil bagian dalam konvensi,” ujar Diyah Wahyuningtyas, ketua I Axis DetEksi-Con 2k9.

Kemarin, area pameran mading di SSCC diramaikan oleh kedatangan para peserta mading yang hendak mengumpulkan karyanya. Tidak sedikit pula tim yang harus memperbaiki mading lebih dulu.

Salah satunya, tim mading SMA Frateran Surabaya. Sebenarnya mereka tiba di SSCC SPI sejak Senin (9/11) pukul 18.00. Namun, mading 3D mereka memerlukan banyak perbaikan sebelum siap dikumpulkan.

”Banyak komponen mading yang copot dan tergores-gores. Yang sudah kami kumpulkan mading 2D dan mading geraknya dulu. Sekarang kami masih memperbaiki mading 3D,” jelas Yoven Adriel, ketua tim mading Frateran.

Mading 3D milik SMA Frateran tersebut berjudul Jobless Jobful. Mereka menceritakan tentang dua sisi kehidupan yang dihadapi manusia. Bisa menjadi orang sukses atau orang gagal.

Selain anak-anak Frateran, tim mading SMA Karitas 3 Surabaya tampak sibuk di SSCC. Mereka punya keinginan agak ajaib. Setelah berhasil jadi pendaftar pertama lewat mading 2D-nya, mereka ingin menutup pendaftaran dengan menjadikan mading 3D-nya sebagai karya terakhir yang masuk ke panitia.

”Kami udah datang sejak tadi, pukul 11 siang. Tapi, masih ada perbaikan sedikit. Setelah ini, kami mau nunggu sampai pukul 23.59 buat mendaftarkan mading. Biar jadi peserta pembuka dan penutup pendaftaran. Hehe…” ungkap Febriana Setiadi, salah seorang anggota mading SMA Karitas 3 Surabaya.

Konvensi anak muda terbesar di Indonesia, Axis DetEksi-Con 2k9, akan dibuka pada Jumat (13/11) mendatang. Acara tersebut akan berlangsung sepuluh hari hingga Minggu 22 November.

Tahun lalu, selama sepuluh hari penyelenggaraan pameran, jumlah pengunjung yang bergantian memadati area konvensi di SSCC Supermal Pakuwon Indah mencapai lebih dari 85 ribu orang. Bukan tidak mungkin jumlah tersebut akan dipecahkan pada penyelenggaraan konvensi tahun ini. (dee/nor)

*)Dikronik dari Jawa Pos edisi 11 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan