-->

Penerbit Toggle

Penerbit LP3ES: Spesialis Buku Teks

Mereka adalah dua aktivis gerakan dengan semangat muda yang juga mati muda. Soe Hok Gie, keracunan gas beracun di puncak gunung Semeru. Ahmad Wahib terenggut nyawanya di ujung aspal,. Keduanya mencintai tulis menulis. Tekun merekam pemikiran dan perjalanan hidupnya dalam catatan harian. Penerbit Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES ) mengabadikan tulisan mereka dalam , Catatan Seorang Demonstran atau Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib.

Buku Soe Hoek Gie tercatat naik cetak lebih dari 8 kali hingga 2005. Buku Ahmad Wahib terjual lebih dari 50 ribu kopi. Dan hingga kini, keduanya terus mengalami cetak ulang. Dua buku catatan harian aktivis muda itu melejitkan nama LP3ES di era 80an. Pada masa-masa itu LP3ES menjadi jaminan sebuah buku bermutu.

LP3ES, yang didirikan 19 Agustus 1971 oleh sekelompok tokoh intelektual mulanya adalah lembaga non pemerintah dan otonom. Para pendiri LP3ES anatara lain: Adam Malik(alm), Prof. Bintoro Tjokroamidjjo MA, Prof. Dr. Dorojatun Kuntjorojakti, Prof. Emil Salim, Goenawan Mohamad, Ismid Hadad, Prof dr Juwono Sudarsono, Prof. Dr. Koentjoroningrat (alm), M Jusuf Ronodipuro, Prof. Dr.M Dawam Rahardjo, Dr. Nono Anwar Makarim, Prof. Dr. Selo Soemardjan, Dr. S.B. Joedono, Drs. Soetjipto Wirosardjono, MSc., Prof.Dr.Suhadi Mangkusuwondo, Prof.Dr. Sukadji Ranuwihardjo, Prof. Dr Sumitro Djojohadikusumo, Prof. Dr. Taufik Abdullah, Dr. Umar Kayam.

Lp3ES bergerak  dalam kegiatan penerbitan, penelitian serta pendidikan politik dan sosial ekonomi. Lahirnya institusi Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) di seluruh Indonesia merupakan rekomendasi penelitian yang dilakukan LP3ES. Hasil studi LP3ES itu kemudian dipublikasikan dalam bentuk buku.

Sepanjang tahun 1970-an, LP3ES merintis penerbitan buku-buku teks–buku bacaan wajib pelengkap di perguruan tinggi– universitas yang ditulis oleh para ahli Indonesia dengan perspektif Indonesia. Di bawah pengawasan dewan redaksi yang terdiri dari para ahli di bidangnya, buku-buku ini dmaksudkan untuk menggantikan buku-buku teks asing. LP3ES juga menggalakkan penerjemahan buku-buku asing.

Pada November 1971, LP3ES menerbitkan majalah dwi bulanan, Prisma. Edisi pertamanya sangat sederhana, memakai kertas HVS, dengan tebal 52 halaman. Setahun kemudian jumlah halaman jurnal ini berlipat menjadi 92. Pada awalnya Prisma hanya terjual sekitar 1.000 eksemplar, namun lima tahun kemudian berlipat menjadi 6.500 eksemplar. Tidak hanya itu, jurnal ini juga lahir menjadi majalah bulanan.

Prisma edisi Agustus 1977 “Manusia Dalam Kemelut Sejarah” menjadi Prisma paling laris, sekurangnya terjual hingga 25 ribu eksemplar. Edisi ini pun dicetak ulang bahkan dibukukan dengan judul yang sama pada 1978. Dalam edisi ini terdapat biografi sejumlah tokoh kontroversial untuk masa itu, seperti Soekarno dan Tan Malaka.

Prisma juga mengulas profil sejumlah tokoh yang pada masa orde baru tenggelam. Seperti tokoh Cornel Simanjutak dalam Prisma no. 2 Februari 1978, SM Kartosuwiryo Prisma no. 5 (1982), Oerip Soemohardjo dalam Prisma no. 9 (1982). Ini sempat membuat gerah pemerintah orde baru karena dianggap menghidupkan lagi perjuangan komunis.

Pada 90-an adalah masa keterpurukan Prisma. Jurnal ini mulai terbit tidak teratur. Ketidakteraturan jadual terbit dan jumlah nomor edisi mempengaruhi tiras penjualan Prisma yang melorot menjadi 400 eksemplar. Hal ini diperparah dengan munculnya pesaing dalam bentuk majalah sejenis. Puncaknya pada 1998, berbarengan dengan terjungkalnya Orde Baru, Prisma juga runtuh.

Kini, LP3ES tetap bertumpu pada penerbitan buku-buku teks perguruan tinggi. Namun untuk menyesuaikan dengan persaingan pasar, LP3ES juga mulai menerbitkan novel dengan gaya khas LP3Es: pendidikan dan advokasi grass root. Buku LP3ES memang dimaksudkan untuk membuka cakrawala pemikiran dan disumbangkan guna membangun suatu masyarakat yang paham terhadap dirinya dan masalah yang dihadapinya, serta juga mengenal masyarakat lain. Suatu masyarakat yang cerdas akan bertumpu pada buku-buku seperti itu. (DAV)

7 Comments

meison - 18. Nov, 2009 -

Prisma udah mulai terbit lagi, yang terbaru No. 2 Vol. 28 Oktober 2009

Arina - 27. Nov, 2009 -

ada yang punya buku tentang soe hok gie?

sasa - 27. Nov, 2009 -

Ada, mbak. Silahkan bertandang ke perpustakaan iboekoe di Pakis-Pacitan, Patehan-Jogja, dan Jambu-Kediri. Rasanya di toko buku juga masih banyak dijual.

rahmat heldy hs - 13. Des, 2009 -

minta email penerbit LP3ES mau mengirimkan karya, novel bisa, kan?

LisVin - 21. Apr, 2010 -

cetak buku catatan seorang demonstran lg dunk.. bnyk yg nyari di daerah jkt..

dede - 05. Mei, 2010 -

lengkap skali

azrica - 15. Sep, 2010 -

yth LP3ES,

Bersama surat elektronik ini,saya mohon infonya penerbit buku yang biasa mencetak buku untuk mata kuliah di universitas dan institut dari berbagai mata kuliah yang ada.

Terimakasih sebelumnya.

salam,

azrica
085656639998

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan