-->

Kronik Toggle

Peluncuran Monograf "The Impression of O.H Supono"

SURABAYA-IBOEKOE: Keluarga pelukis alm. O.H. Supono meluncurkan buku monograf berjudul The Impression of O.H Supono yang ditulis Sandi Antoro di Gedung Merah Putih Komplek Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu (7/11) lalu.

Buku ini terdiri atas tujuh bagian, yang meliputi; Masa Kanak-kanak, Pilihan Hidup Sebagai Pelukis, Seni Rupa O.H. Supono, Membangun Keluarga, Sisi Lain, Filosofi Kehidupan, serta Babak Akhir O.H. Supono. Buku ini juga dilengkapi dengan karya lukis, sket, patung, dan batik kontemporere khas O.H. Supono.

Dalam perjalananannya di peta seni rupa Indonesia, OH Supono dikenal memiliki daya gubah yang luar biasa. Sensitifitasnya pada warna mengisyaratkan tingginya cita-rasa estetiknya. Kekuatan linier dan ekspresi spontannya membuat karya-karyanya menyiratkan roh dan karakter. Ia juga dikenal sebagai seniman yang tekun dan terus mencari berbagai gagasan baru dan teguh dalam bersikap.

O.H. Supono dikenal dengan talenta yang tinggi di berbagai bidang kesenirupaan. Ia tak terikat dengan gaya, teknik, maupun tema tertentu. Meski ia mengaku tak menganut satu aliran (isme) dalam melukis, selama perjalanannya sebagai pelukis, karya-karyanya terbagi menjadi empat episode: ekspresionis, kubis, surealis, dan era Borobudur di mana ia meraih puncak sebagai seniman.

Karya-karyanya dikoleksi Museum Fukuoka, Jepang, tahun 1985. Di tahun yang sama, karya-karya Borobudurnya juga masuk Museum Darwin, Australia. Sebelumnya, lukisan-lukisan O.H. Supono masuk Museum Fatahillah (Jakarta), Museum Rudana (Bali), dan Museum Neka Ubud (Bali). Selain itu, O.H. Supono juga mencipta patung, relief, serta batik kontemporer. Ia dikenal sangat kreatif zaman itu.

O.H. Supono dikenal punya daya kerja tinggi. Ia sangat produktif. “Speed… speed… kecepatan, jangan buang-buang waktu.” Itulah pesan yang sering diingatkannya. Tak ada catatan resmi berapa banyak karya yang dihasilkan sepanjang karirnya. Namun ia pernah mengatakan, antara tahun 1957 sampai tahun 1985, jumlah lukisannya mencapai 5.000 buah. Sedang tahun 1986, ia membuat sekitar 800 buah. Di Bali, sambil berpameran selama sebulan ia menghasilkan 22 buah lukisan.

O.H. Supono kini telah tiada. Ia berpulang 9 September 1991, dalam usia 54 tahun. Ia meninggalkan ribuan karya lukis, patung, batik, relief, dll, keluarga yang dicintai, serta alam Indonesia yang ia banggakan. Ia boleh saja telah pergi, tetapi semangat dan karya-karyanya masih tertinggal, menjadi inspirasi yang terus hidup di jantung seni rupa Indonesia. (DAV)

2 Comments

meison - 18. Nov, 2009 -

dimana bisa diperoleh bukunya?

sasa - 18. Nov, 2009 -

Informasi mengenai buku ini silahkan menghubungi : Pinto Ulupi: 081.654.36249 * Ulan Undari: 081.838.0969

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan