-->

Kronik Toggle

Minat Baca Pelajar Kediri Memprihatinkan

TEMPO InteraktifJakarta –  Minat baca dan ketertarikan para pelajar di Kota Kediri untuk mengunjungi Perpustakaan sangat memprihatinkan. Puluhan ribu judul buku yang tersimpan di kantor itu nyaris tak pernah disentuh pembaca.

Kepala Seksi Perencanaan Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Kediri Apriliana Triastutik mengatakan menurunnya minat baca pelajar ini ditunjukkan dengan rendahnya jam kunjungan mereka ke kantor perpustakaan. Meski telah menyediakan sedikitnya 20 ribu judul buku dan mendaftar 9.000 anggota, hingga kini jumlah pengunjung yang memanfaatkan perpustakaan masih sedikit. “Mereka lebih tertarik di depan komputer atau televisi,” katanya.

Karena itu perpustakaan terus berusaha menarik minat baca pelajar dengan melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya melalui lomba minat baca berbahasa Inggris yang diikuti 150 pelajar di Kota Kediri. Lomba yang dilakukan setiap tahun ini memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk bercerita menggunakan Bahasa Inggris. Siswa sekolah dasar diwajibkan menceritakan kisah kepahlawanan, siswa menengah pertama mengusung tema pemanasan global dan negara Indonesia, dan siswa lanjutan atas membawakan tema bencana alam.

Selain kegiatan tersebut, Aprliana juga berencana membuat mobil baca yang berkeliling dari kampung ke kampung. Hal itu untuk mendongkrak animo masyarakat untuk membaca dan mengunjungi kantor perpustakaan yang nyaris sepi setiap harinya.

Menurut pantauan Tempo, kantor perpustakaan yang terletak di Jalan Diponegoro itu justru berubah fungsi menjadi tempat cangkrukan anak jalanan. Hal itu didukung dengan keberadaan warung kopi yang memfasilitasi kegiatan anak muda yang jauh dari intelektualitas. “Anak-anak ramai di sini untuk ngamen dan bermain,” kata Heri, pemilik warung di halaman perpustakaan.

*) Dikronik dari Tempointeraktif 17 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan