-->

Kronik Toggle

Hirup Udara Bebas, Puteh Bikin Buku

BANDUNG-Pasca menghirup udara bebas tak membuat mantan Gubernur Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Abdullah Puteh berdiam diri. Bahkan ia bikin buku seputar sejarah kehidupannya.

“Setelah keluar dari sini (Lapas Sukamiskin), saya menulis buku tentang kehidupan saya sebelum masuk Lapas hingga sekarang keluar,” ujar Abdullah Puteh usai pembebasan bersyarat di Lapas Sukamiskin, Rabu (18/11).

Buku tersebut, tutur dia, belum selesai ditulis . Namun, setelah ia keluar dari penjara buku tersebut akan segera diselesaikan. “Semoga saja buku tersebut setelah saya dikeluarkan dapat diselesaikan,” katanya.

Buku tersebut, lanjut Puteh, isinya mengenai tentang kehidupan dirinya. “Buku tersebut hanya berisi renungan saja dalam kehidupan pribadi saya,” paparnya.

Mantan pentolan Partai Golkar di Aceh pun menuturkan pengalamanya selama dalam penjara. Pasalnya, kata Puteh, ketika di penjara dirinya merasa tersiksa.

“Namun setelah di penjara saya mendekatkan diri kepada Allah. Membuat semua yang terjadi selama di penjara sangat bahagia,” ujarnya.

Setelah bebas, Puteh akan kembali kampung halamannya Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Ia akan meneruskan kuliahnya disana. “Sekarang saya akan meneruskan kuliah kembali yang sebelumnya tertunda,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rabu pagi, Abdullah Puteh resmi bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. Pembebasannya sesuai dengan ketentuan Menteri Hukum dan Ham beliau (Abdullah Puteh). Puteh mendapatkan vonis 10 tahun penjara dan baru menjalani 4 tahun 11 bulan. Seharusnya Puteh bebas pada 22 Maret 2014.

Dalam putusan Pengadilan mendapatkan bebas persyaratan dengan membayar Rp500 juta kepada KPK dengan masa hukuman dua per tiga. Surat kwitansi pelunasan pembayaran tersebut sudah disampaikan ke Kanwil Dephumkan Jabar pada tanggal 17 November 2009. [*/jib]

*) Dikronik dari inilah.com 18 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan