-->

Kronik Toggle

Guru Masih Terkendala Menulis

BANDUNG — Kepala Bidang Pendidikan Menengah Pertama Disdik Kota Bandung Kustiwa Benoputra mengatakan, budaya menulis belum berkembang baik di kalangan guru. Bahkan, tidak jarang hal itu menjadi momok, terutama jika dikaitkan persoalan kenaikan pangkat guru.

“Kurang dari 50 persen guru yang memiliki kemampuan menulis yang menjadi syarat kenaikan pangkat dari golongan III D ke IV A. Untuk naik pangkat, minimal kan harus menulis tiga karya tulis yang berhubungan dengan tupoksinya,” ujar Kustiwa di sela-sela acara Pelatihan Menulis Buku yang diadakan di Graha Kompas Gramedia, Jumat (6/11).

Namun, semenjak ada program sertifikasi guru, kecenderungan buruk itu mulai memudar. Sejak sertifikasi guru diadakan, makin banyak guru yang mau menulis.

“Entah itu buku, menulis di media, ataupun karya ilmiah lainnya,” ucap Ketua Umum Asosiasi Guru, Dosen, Tenaga Kependidikan, Penulis, Pengarang (Agupena) Jawa Barat Erwan Juhana.

Menurutnya, animo peningkatan minat guru menulis buku mencapai 70 persen dalam beberapa tahun terakhir. “Mau tidak mau dikondisikan seperti itu karena, untuk menjadi guru profesional, mereka harus bisa menunjukkan karyanya,” ungkapnya kemudian.

Dinukil dari Media Online Kompas edisi 6 November 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan