-->

Kronik Toggle

Pemenang Journalist Blog Competition Ke Perth

Berjuang tanpa Beban, Lega Lampaui Target

SURABAYA – Rangkaian acara konvensi anak muda terbesar di Indonesia, Axis DetEksi-Con 2k9, ditutup dengan pengumuman pemenang Journalist Blog Competition kemarin (29/11). Sebanyak 200 jurnalis SMP-SMA berkumpul di Semanggi Room, Graha Pena, untuk mengikuti momen puncak setelah mereka meliput acara selama 10 hari penyelenggaraan, 13-22 November, di SSCC Supermal Pakuwon Indah.

Tahun ini, persaingan antartim jurnalis semakin ketat. Umumnya, satu tim memiliki penulis dan fotografer dengan kemampuan seimbang. Mereka tak hanya menonjol di salah satu bidang. Kemampuan peserta SMP dan SMA juga tidak jauh berbeda.

Acara kemarin dibuka dengan penyampaian evaluasi fotografi dari Guslan Gumilang, fotograferJawa Pos. Kemudian, panitia mengumumkan juara kelima hingga pertama untuk masing-masing kategori (SMP dan SMA).

Setelah juara pertama untuk SMP dan SMA diumumkan, masih ada yang lebih dinanti-nantikan oleh peserta. Yaitu, penentuan Best Writer dan Best Photographer di tiap kategori yang akan mendapatkan hadiah homestay dua minggu di Perth, Australia. Hadiah tersebut merupakan kerja sama DetEksi Jawa Pos dengan Australian Education Centre (AEC) dan Perth Education City (PEC).

Best Writer SMP diraih oleh Zamira Mutia asal SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik. Best Photographer SMP jatuh ke tangan Cinthya Cihendra, SMP Petra 5 Surabaya. Untuk SMA, Ririe Rachmania, penulis SMAN 2 Surabaya, berhasil meraih Best Writer. Claudia Priscillia dari SMA Petra 1 Surabaya memperoleh gelar Best Photographer.

Berbagai ekspresi muncul saat panitia menyebutkan satu per satu nama pemenang. Misalnya, yang dilakukan Cinthya Cihendra dari SMP Petra 5 Surabaya. Setelah meloncat gembira, Cinthya langsung menutupi mulutnya dengan kedua tangan dan meledakkan tangis gembira.

“Aku sama sekali nggak nyangka. Soalnya, banyak kritik dari seniorku. Mereka bilang hasil fotoku belum memenuhi standar pemenang. Tapi, aku nggak menyerah dan berusaha terus buat lebih baik. Sekarang aku bersyukur banget. Doa-doaku dikabulkan sama Tuhan,” ujar Cinthya sambil terisak-isak.

Tak jauh berbeda dengan Zamira Mutia, siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, saat dinyatakan sebagai Best Writer. “Alhamdulillah. Awalnya ngerasa pesimistis. Soalnya, aku baru pertama ikut. Temen-teman yang lain kan sudah pengalaman,” ungkap Zamira tersenyum.

Juara SMA terlihat lebih tenang saat diumumkan jadi pemenang. “Wah, Australia!” seru Ririe Rachmania asal SMAN 2 Surabaya tanpa bisa menyembunyikan kegembiraan. Ririe memang mendapatkan kegembiraan dobel. Sebab, selain Best Writer, timnya berhasil meraih First Place.

“Rasanya kayak mimpi aku bisa berangkat ke Aussie. Target awal aku dan Adit (Aditya Budhi, fotografer SMAN 2 Surabaya, Red) cuma masuk lima besar. Eh, malah juara 1 dan aku berangkat ke Australia,” papar ketua ekskul jurnalistik di sekolahnya tersebut.

Ririe menang lewat naskah berjudul Anak Pembantu yang Mendapatkan Beasiswa. Naskah yang bercerita tentang perjuangan salah seorang anggota tim mading asal MA Miftahul Jannah Probolinggo itu tidak didapatkan Ririe dengan mudah. “Aku memang ngincer cerita-cerita unik dari peserta luar kota. Tapi, anak-anak Miftahul Jannah itu tertutup. Susah mengulik cerita mereka. Bikin aku makin penasaran,” tuturnya.

Ririe lalu menunggu saat yang tepat. “Pas final band semua lari ke panggung, aku malah ke mading mereka buat nyari cerita. Kebetulan cuma ada satu anak, si Andik Hermanto yang kisah pribadinya menarik buat ditulis,” terang Ririe.

Bagi Claudia Priscillia, itu merupakan kali ketiga dirinya berangkat ke luar negeri berkat kompetisi jurnalis yang diadakan DetEksi Jawa Pos. Pada 2007, Claudia berangkat ke Singapura setelah sukses membawa SMP Petra 1 Surabaya menjadi juara jurnalis DBL. Tahun lalu, Claudia berangkat ke Perth setelah memboyong predikat Best Photographer di DetEksi-Con 2k8.

“Senang! Aku dikasih kesempatan berangkat lagi. Tahun lalu seminggu, tahun ini malah dua minggu. Padahal, aku menjagokan fotografer SMAN 2 Surabaya. Puji Tuhan, aku yang menang. Yang jelas, setiap ikut kompetisi, aku selalu niat berjuang sampai nothok,” papar Claudia.

Empat jurnalis terpilih yang mendapatkan hadiah dua minggu homestay tersebut tinggal menunggu jadwal berangkat ke Perth, Australia, tahun depan. Karya seluruh peserta Journalist Blog Competition bisa dilihat di www.deteksiblog.com. (dee/ita)

*) Dikronik dari Jawa Pos 30 November 2009 dengan judul asli Empat pemenang Journalist Blog Competition Homestay di Perth

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan