-->

Kronik Toggle

Diskusi Adaptasi Novel Elle Eleanor dalam Film

BANDUNG-IBOEKOE: Penerbit Kaki Langit Kencana memboyong novel anyar terbitannya yang ditulis  Zeventina Octaviani dan Ferry Herlambang Zanzad, Elle Eleanor, ke ajang diskusi di Kongkow’s cafe, Bandung hari ini (15/11).

Diskusi yang dipandu Iwan Fauzi a.k.a. Iwan Lubis (mantan wartawan dan penulis) kali ini lebih banyak membahas kemungkinan dan potensi proses adaptasi novel Elle ke dalam film. Hadir sebagai pembicara dalam acara ini adalah Nana Mulyana(Penulis skenario film-film Garin Nugroho), dan Hermawan Aksan (Penulis, wartawan Tribun Jabar).

Hermawan Aksan ketika mengupas isi novel ini berpendapat, “Novel Elle sendiri kalau diibaratkan intan, adalah intan yang belum diasah. Dengan penulisan dan penyuntingan yang lebih cermat, novel ini bisa jauh lebih bagus. Kelemahannya antara lain penyuntingan kurang maksimal, latar waktu tidak jelas, usia tokoh-tokoh tidak jelas (kadang tidak logis), serta deskripsi malam yg tidak konsisten. Namun nilai positifnya antara lain cover yang eksotis, latar lokasi cerita, unsur sejarah, dan filmis. “.

Nana Mulyana membenarkan hal ini. Menurtnya, plot cerita novel Elle Eleanor sangat filmis. Sangat mudah dan sangat mungkin untuk dibuatkan script film. Ide ceritanya juga dipastikan  laku jika di filmkan atau sinetronkan.

Novel Elle Sendiri ditulis oleh dua orang, Ferry Zanzad dan Zeventina Octaviani Bouwmeester dan menggunakan nama pena Zev Zanzad ketika keduanya terpisah jarak Jerman-Surabaya. Kisah berpilin-pilin tentang pembunuhan di sebuah vila nan elok ini dibangun dengan beberapa plot dan sub plot, Berlatar belakang tahun 1930.

Di pantai Popoh Kediri, awal kisah ini dibuka. Menceritakan tentang kehidupan mewah orang Belanda yang memiliki vila nan cantik dan megah. Sebuah vila yang menyimpan kenangan dan menjadi saksi bisu kegilaan penghuninya, saat-saat Eleanor menaiki puncak-puncak kenikmatan dunia yang sudah seperti candu kelas berat baginya, bersama setiap laki-laki yang diinginkannya, juga Sastro, pembantunya yang setia. Di sebuah kamar rahasia, yang membuka sekaligus menutup kegilaannya. Menyisakan dua bocah lelaki buah hatinya, Johan dan Salyo yang akan mengalami trauma seumur hidupnya karena menjadi saksi hidup kegilaanya. (DAV)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan