-->

Kronik Toggle

Christine Soetrisni:Spesialis Penulis Buku Doa

MENJADI dirigen membuat Christine Soetrisni sering menyanyikan lagu-lagu rohani. Tapi, tidak berarti Christine lantas menganggur bila tidak sedang bertugas sebagai dirigen. Perempuan 81 tahun itu masih memiliki aktivitas lain di bidang keagamaan. Salah satunya, menjadi wakil ketua Kelompok Doa Novena Santa Theresia.

Nah, dia harus menulis buku berisi doa untuk melancarkan kegiatannya. “Doa-doa dalam buku tersebut dibaca ketika pelaksanaan doa Novena,” tuturnya. Ini adalah doa yang dipanjatkan sembilan hari berturut-turut oleh umat Katolik.

Karena sering melakukan kegiatan doa Novena, hingga saat ini banyak buku doa yang dihasilkannya. “Lebih dari satu kardus. Ya, kira-kira sudah ratusan buku,” ujar Christine menggambarkan jumlah buku doa Novena yang dibuatnya. “Sampai sekarang saya masih menulisnya,” lanjutnya.

Sebagaimana lagu untuk paduan suara yang diikutinya, Christine tak ingin isi buku doanya monoton. Setiap saat Christine menyempatkan diri untuk membaca. Untuk aktivitas tersebut, untungnya, penglihatannya masih awas. Dia hanya membutuhkan kacamata. Sebagai sumber atau referensi, tidak hanya buku agama. Majalah rohani hingga surat kabar pun dilahapnya. “Saya harus tahu situasi yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Sebab, doa yang ditulis dalam buku dan dipanjatkan tidak hanya bermanfaat utuk kepentingan umatnya. Lebih dari itu, doa tersebut dapat ditujukan untuk keselamatan dan kemakmuran bangsa. Selain itu, dia sering melantunkan doa untuk kesuksesan para pemimpin bangsa. “Karena itu, bahan bacaannya berasal dari berbagai sumber,” kata Christine.(may/nda)

Dinukil dari Jawa Pos edisi 4 November 2009 dengan judul asli “Referensi Buku Doa Novena Bermacam-macam”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan