-->

Kronik Toggle

Tidak Menyangka Tampil Begitu Bagus

Kasek tentang Siswanya yang Ikut Lomba Membaca Berita
SURABAYA-Lomba membaca berita yang merupakan salah satu kegiatan Safari Jurnalistik disambut hangat oleh para siswa dalam kunjungan ke SMPN 3 Sidoarjo Rabu (28/10). Puluhan siswa mendaftarkan diri sebagai peserta. Namun, karena keterbatasan waktu, akhirnya diputuskan lomba ini hanya menerima 30 peserta.

Kepala SMPN 3 Sidoarjo Drs H M. Subqi Manan MSi menyatakan tidak menyangka ke-30 siswanya itu bisa tampil begitu bagus. Apalagi, persiapan mereka sangat mepet.

Subqi menjelaskan, di sekolahnya memang ada ekstrakurikuler jurnalistik. Dalam ekstrakurikuler tersebut, siswa antara lain diajari bagaimana membaca berita layaknya presenter. Bahkan, guru pengajar ekstrakurikuler jurnalistik juga menganjurkan siswa menyesuaikan penampilan. Karena, itu beberapa peserta lomba memakai blazer seperti presenter sungguhan.

Menurut penilaian Subqi, beberapa siswa terlihat sudah pandai berimprovisasi. ”Itu menunjukkan bahwa para peserta lomba itu serius berlatih sebelum tampil. Mungkin mereka melihat presenter berita di televisi lalu mencontoh penampilan mereka dengan beberapa improvisasi,” terang Subqi.

Dalam lomba membaca berita tersebut, hamper semua peserta memang beriomprovisasi, terutama saat mengucapkan kalimat pembuka dan penutup/ Beberapa siswa, misalnya, membuka penampilannya dengan mengatakan, “Selamat malam pemirsa, selamat datang kembali di liputan 9 JPTV.”

Selain lincah berimprovisasi, Subqi juga menilai para peserta mulai matang dalam pembacaan. Banyak peserta yang sudah menguasai pemenggalan kalimat. Padahal, teks berita yang disediakan panitia baru mereka lihat beberapa saat menjelang lomba dimulai. ”Meski ada yang kurang sempurna soal pemenggalan kata dan pembacan, rata-rata peserta tampil bagus,” jelasnya.

Diakui, para siswa peserta lomba membaca berita itu bukannya tak melakukan kesalahan. Beberapa teks yang pengucapannya sulit kadang membuat siswa gelagapan. Karena itu, juara I yang akan ditandingkan lagi dengan sekolah lain diimbau berlatih lagi melafalkan kata-kata sulit tersebut.

Soal vokal dan intonasi bacaan, para peserta rata-rata dinilai telah melakukannya dengan baik. Demikian pula halnya dengan pengaturan jeda untuk mengambil napas. ”Dalam lomba itu, beberapa siswa memang tampak masih demam panggung. Tapi, saya bisa memaklumi itu. Saya bangga kepada mereka,” jelasnya.

Lomba membaca berita dalam kunjungan Safari Jurnalistik di SMPN 3 Sidoarjo itu akhirnya menetapkan Ria Andaeni Putri sebagai juara. Pemenang kedua dan ketiga disabet Qonita dan Lailun Erliana.

Sementara itu, sampai kemarin, ternyata masih banyak sekolah yang mencari informasi tentang Safari Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan Jawa Pos bersama Dispendik Gresik, Dispendik Surabaya, Dispendik Sidoarjo, HPBI Jawa Timur, dan Balai Bahasa Surabaya. Beberapa sekolah menghubungi nomor yang salah. Untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang Safari Diklat Jurnalistik, pihak sekolah bisa menghubungi Mbak Dheny di nomor 8202230, 8202103, atau 8202013. (sha/soe)

*) Dikronik dari Jawa Pos 30 Oktober 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan