-->

Lainnya Toggle

Taiwan Bagun Kekuatan Militer Menghadapi Ancaman China dengan Buku

Oleh: Geng Yuxian & Yu Qian

Taiwan menerbitkan ‘Buku Putih Pertahanan 2009’ pada tanggal 20 Oktober, termasuk untuk pertama kalinya mempertimbangkan untuk membangun kekuatan militer melawan China, demikian menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.

Ini adalah untuk pertama kali laporan ini dipublikasikan semenjak Presiden Ma Ying-jeou memimmpin Taiwan pada bulan Mei 2008.

Laporan itu menyoroti Beijing yang secara agresif terus menambah jumlah rudal mengarah ke Taiwan walaupun terjadi perkembangan yang meningkat dalam hubungan kedua negara selama 18 bulan terakhir.

China telah menambahkan lebih banyak lagi rudal dari yang sekarang berjumlah 1.500 rudal mengarah ke Taiwan.  Dikatakan peristiwa ini telah mengganggu usaha untuk memperbaiki hubungan saling memahami dan kerja sama kedua negara.

“Kami tidak bisa membuat kemajuan usaha perdamaian karena China tidak mau mengalah—dari konsep kekerasan untuk mengalahkan Taiwan,” seperti yang di laporkan Jurnal Wall Street.

Menurut laporan Associated Press (AP) mengatakan, “Anggaran pertahanan tahunan China masih bertambah dengan prosentase dua digit, dan masih belum megurangi 1.000 rudal yang mengancam Taiwan.”

Disamping mengerahkan rudal, Beijing juga telah melatih 400,000 tentara dan persenjataan ampibi di tiga wilayah militer di China daratan bersebrangan dengan Selat Taiwan.

Laporan itu mengatakan semenjak Amerika Serikat mengumumkan untuk menjual paket persenjataan baru kepada Taiwan pada bulan Oktober, China melakukan pendekatan janji dan ancaman. Di satu sisi memilih “paket politik ditujukan untuk mempererat  persahabatan,” menurut berita Taiwan News, sebagai contoh dari proposal perjanjian damai, disatu sisi memperkuat keberadaan militer melawan Taiwan.

Perjanjian damai demikian mungkin melemahkan kekuatan militer Taiwan dan posisi pertahanan, yang berarti melanggar pertahanan tanpa berperang, menurut ‘Buku Putih.’

Presiden Ma Ying-jeou meminta China untuk mengurangi meningkatnya jumlah rudal yang diarahkan ke Taiwan, demikian menurut Reuters, “Diperkirakan lebih dari 1.000 rudal bahkan mereka tidak merubahnya. Jumlahnya semakin banyak. Itu menjadi perhatian khusus bagi rakyat disini.”

“Kalau kita menjajagi perjanjian damai dengan China daratan, tentunya kita mengharapkan mereka melakukan sesuatu tentang rudal-rudal tersebut, apakah memindahkannya atau mencabutnya,” kata Ma, yang mana telah berkeinginan melunakkan ketegangan dengan China sejak bulan Mei lalu.

Laporan pertahanan memiliki delapan bab, termasuk Tren Keamanan, Militer Komunis China, Kebijakan Pertahanan Nasional, Organisasi Pertahanan Nasional, Sistem Perekrutan dan Sumber daya Pertahanan Nasional.

Versi bahasa inggris dari ‘Buku Putih’ akan dipublikasikan pada 27 Oktober. (EpochTimes/man)

Diunduh dari erabaru.net edisi 26 Oktober 2009 dengan judul asli “Taiwan Bagun Kekuatan Militer Menghadapi Ancaman China”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan