-->

Kronik Toggle

Safari Diklat Jurnalistik Jawa Pos: Sepuluh Sekolah Sudah Dipilih

SURABAYA – Begitu pendaftaran peserta Safari Diklat Jurnalistik tahap pertama berakhir, panitia langsung melakukan seleksi. Dari 70 lebih sekolah yang mendaftar, dipilih sepuluh sekolah yang akan menjadi tuan rumah diklat tersebut.

Ketua Program Safari Diklat Jurnalistik Jawa Pos Guntur Prayitno menyatakan, panitia dariJawa Pos telah menentukan sepuluh sekolah yang akan menjadi tuan rumah Safari Diklat Jurnalistik tahap pertama. (Selengkapnya lihat grafis).

Sabtu kemarin (24/10) panitia juga langsung melakukan technical meeting dengan wakil sepuluh sekolah itu. Dalam acara tersebut, Guntur menjelaskan bahwa sekolah yang terpilih menjadi tuan rumah Safari Diklat Jurnalistik tahap pertama itu diharapkan segera mempersiapkan diri terkait dengan pelaksanaan diklat di sekolahnya.

Persiapan itu, antara lain, menentukan koordinator sekolah yang nanti bekerja sama dengan panitia. Setelah itu, koordinator di setiap sekolah tersebut diharapkan memilih 50 siswa yang akan mengikuti diklat jurnalistik. ”Juga mendata guru peminat diklat tersebut,” kata Guntur kemarin.

Yang tidak kalah penting, koordinator diminta untuk segera merancang acara unjuk kreativitas kebahasaan dan kesastraan, menyiapkan wakil-wakil peserta lomba membaca berita dari setiap kelas, dan menunjuk dan melatih siswa pembawa acara. Selain itu, sekolah juga diminta mempersiapkan perlengkapan diklat mulai tata ruang hingga peralatan pendukung seperti LCD dan laptop. ”Sebaiknya, segalanya sudah siap sehari sebelum diklat diselenggarakan,” ujar alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Dalam diklat itu, koordinator sekolah menyiapkan dua ruang untuk pelatihan. Satu untuk guru peserta pelatihan penulisan opini dan satu untuk siswa peserta pelatihan penulisan berita. Khusus untuk diklat guru, panitia akan melakukan tes pradiklat jika peminat di sekolah tersebut lebih dari kuota, 50 orang. ”Saat diklat berlangsung, guru dan siswa yang tidak ikut diklat akan mengikuti aktivitas festival bahasa,” kata Guntur.

Seperti diberitakan, Safari Diklat Jurnalistik bukan hanya sekadar ajang belajar menulis opini bagi guru atau menulis berita untuk siswa. Sebelum itu, ada aktivitas apresiasi berita bagi seluruh siswa. Bersamaan waktu dengan diklat itu, digelar festival bahasa bagi siswa dan guru selain peserta diklat. Kegiatan festival meliputi lomba membaca berita dan lomba unjuk kreativitas kebahasaan dan kesastraan. ”Kami menyiapkan suvenir dan penghargaan bagi peserta diklat dan pemenang lomba itu,” ujar pria yang sehari-hari menjadi editor bahasa Jawa Pos itu.

Safari Diklat Jurnalistik tersebut diselenggarakan Jawa Pos bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Dispendik Sidoarjo, Dispendik Gresik, Balai Bahasa Surabaya, serta Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Jatim. Ajang tersebut juga didukung oleh Telkom Flexi dan sejumlah perusahaan lain yang peduli pengembangan kualitas SDM di pendidikan. (alb/tom)

*)Dikronik dari Jawa Pos, 25 Oktober 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan