-->

Lainnya Toggle

Karya-karya Lengkap Marco Kartodikromo

Penulis: Agung Dwi Hartanto
Cetakan I: Desember 2008
Penerbit: I:BOEKOE
Tebal: 688 hlm
Ukuran: 15 x 24 cm (hard cover)
ISBN: 978-979-1436-00-7
Harga: Rp 300.000

Cover_Marco KartodikromoDi awal abad 20, Hindia Belanda diramaikan dengan terbitnya pelbagai macam suratkabar dengan bahasa pengantar Melayu, Jawa, dan bahasa Belanda. Proses me-reka-bayangkan bangsa Indonesia, terutama, terbentuk melalui peranan bahasa Melayu yang digunakan sebagai bahasa pengantar di beberapa suratkabar di Hindia Belanda.

Marco Kartodikromo, tokoh utama dalam tulisan sejarah ini, merupakan salah satu pembentuk kebangsaan Indonesia. Ia bukan saja seorang wartawan namun juga seorang aktivis yang membentuk jiwa kebangsaan Indonesia awal abad 20.

Keterlibatannya dalam pers kala itu, telah melapangkan jalan bagi kebangsaan Indonesia.

Buku ini mengupas sosok seorang Marco berikut karya-karyanya. Pendiri organisasi wartawan pertama, Indlandsch Jounalistn Bond (IJB) di Surakarta ini tercatat pernah mengawaki antara lain Medan Prijaji, Doenia Bergerak, Sinar Djawa, Sinar Hindia, Medan Muslimin, dan Hidoep.

Dan semuanya berpihak pada kaum kecil (kaum krama) dengan satu tekad: kesamaan derajat bumiputera dengan manusia manapun di kolong langit ini.

Ia juga disebut-sebut sebagai peletak dasar realisme sosialis dalam sejarah sastra Indonesia ketika pada 1914 terbit novelnya berjudul ”Mata Gelap” dan disusul ”Student Hidjo”. Karya-karya itu yang mengantarnya terlibat dalam polemik-polemik panas.

Marco terkenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam, pedas, dan nyaris tak taktis. Keberanian menulis tanpa basa-basi itu yang kemudian bikin marah pemerintah kolonial dan melemparnya ke bui berkali-kali.

Hingga wafatnya yang tragis dan kesepian di Boven Digul pada 1934, pribadi ini tak pernah sekali pun mengangkat sembah-sumpah di hadapan penjajahnya.

[audio:http://indonesiabuku.com/wp-content/uploads/2009/10/Agung-DH-Mix1.mp3|titles=Agung DH Mix]
BUKU INI DICETAK TERBATAS. TERTARIK? BEGINI CARA PEMESANANNYA:

1. Bagi yang tinggal di Jogjakarta bisa datang sendiri ke kios buku Gelaran Ibuku yang beralamat sama dengan Indonesia Buku.
2. Bagi yang memesan via ponsel 0888-6854-721 (MBAK NURUL HIDAYAH) dan/atau surel (iboekoe@gmail.com), mohon menyebutkan judul dan jumlah eksemplar yang diinginkan. Buku langsung dikirim ke alamat pemesan jika pembayaran sudah ditransfer ke rekening Indonesia Buku.
3. Rekening I:BOEKOE: BCA 4450813791 atau BNI 0116544928 atas nama Nurul Hidayah.

9 Comments

fadly - 10. Sep, 2009 -

saya mau beli buku ini satu? dan Lekra tak membakar buku satu?

IBOEKOE - 11. Sep, 2009 -

Fadly, silakan saja dipesan di nomor penerbit yang ada di bawah keterangan buku. Masih ada 3 eksemplar buku Marco dan beberapa buku Lekra Tak Bakar Buku (1)…

SARY - 11. Nov, 2009 -

harga bukunya kemahalan mas…… harganya nggak bisa dijangkau lho bagi guru-guru yang tinggal di pedalaman, apalagi bagi murid-murid yang orang tuanya memiliki ekonomi yang lemah… kasihan kahn? apa nggk bisa murah-murah dikit nih bukunya? karena dilihat dari paparan yang ada di atas…..

IBOEKOE - 11. Nov, 2009 -

Terimakasih Sary atas tanggapannya. Buku-buku di Indonesia Buku memang dicetak terbatas (50-an eks), jadi jatuhnya sangat mahal. Terimakasih.

emmi faridah - 13. Jan, 2010 -

Pak, Marco yang terhormat,…
Saya Emmi librarian LSPP,..
mau cari buku lama, apakah pak Marco punya buku tersebut?
ini judul dan pengarang buku tersebut.
1. Harahap, Parada. Pers dan Masjarakat. Medan : Toko Buku Islamijah, 1949
atau Harahap, Parada. Pers dan Masyarakat. Medan: Toko Buku Islamiah, 1949
2. Persatuan Wartawan Indonesia, Pengurus Pusat. Pers dan Masjarakat. Jakarta:
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, 1954
3. API, Dewan Redaksi. Harian API Mengganjang Nekolim-PKI- Gestapu. Jakarta:
Merdeka Press, 1965

dan minta tolong aku dikabari ya,..kalau bisa secepatnya
Makasih banyak ya,…..

Hormat saya

Emmi
LSPP
Jl. Penjernihan 1. No. 12 Pejompongan
Jakarta Pusat 10210

Telp: 021-5746656

Redaksi - 13. Jan, 2010 -

Bu Emmi yth.

Mmmmm, Pak Marco sudah wafat di Digul hampir 80 tahun yang lampau. Jadi Pak Marco sungguh-sungguh tak tahu buku-buku itu. Apalagi terbitan setelah kemerdekaan. Tentang buku-buku yang ditanyakan, untuk saat ini redaksi tak bisa mengonfirmasi buku-buku tersebut. Di Dewan Pers Jakarta juga tak ada buku-buku itu saking lawasnya. Tapi nanti kami carikan dalam kepustakaan pers yang kami punyai, sebab dalam riset pers Seabad Pers Kebangsaan, pernah membuka buku nomor 2 dan 3.

Tan el hak - 10. Jan, 2013 -

Mungkinkah buku ini masih ada??
mohon Informasinya…

Trims

Admin Iboekoe - 10. Jan, 2013 -

Masih, silahkan hubungi bagian pemasaran

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan