-->

Kronik Toggle

Gorontalo belum Simpan Arsip Bersejarah

GORONTALO–MI: Provinsi Gorontalo hingga kini belum menyimpan satupun arsip bersejarah menyangkut daerah tersebut, termasuk sejarah pembentukan Provinsi Gorontalo.

“Jangankan yang berusia ratusan tahun, arsip tentang sejarah pembentukan Provinsi Gorontalo saja, kita belum punya,” ungkap Rustam Tilome, Kepala Seksi Kearsipan pada Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Gorontalo, di Gorontalo, Sabtu.

Padahal menurut dia, meski Provinsi itu baru delapan tahun terbentuk, namun Gorontalo mempunyai rentang sejarah yang berlangsung ratusan tahun lamanya, mulai dari masa penyebaran agama Islam, pusat perdagangan, sampai pada masa penjajahan kolonial.

Dia mengatakan, saat ini Arsip-arsip berupa manuskrip, buku, dan sejumlah rekaman pada masa lalu itu, lebih banyak tersimpan di luar negeri.

“Ada juga yang tersimpan di Arsip Nasional di Jakarta, namun lebih banyak lagi di luar negeri, yakni di Belanda,” katanya.

Ia juga mensinyalir, banyak dari arsip bersejarah itu yang masih menjadi koleksi pribadi sejumlah orang.

“Tentu daerah tidak boleh meminta begitu saja arsip-arsip itu, namun harus diganti dengan uang, atau materi sesuai kesepakatan pemiliknya,” ujarnya.

Ia juga heran karena Pemerintah Daerah sendiri terkesan belum serius menangani hal tersebut.

Kendala lain yang mengemuka soal pengelolaan arsip, yakni soal minimnya fasilitas dan infrastruktur arsip daerah.

Dia mengatakan, saat ini Kearsipan Daerah Gorontalo, hanya menyimpan sejumlah arsip milik Badan Pembangunan dan perencanaan daerah (Bappeda) serta sejumlah arsip tentang P4 (Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila. (Ant/OL-02)

Diunduh dari situs online Media Indonesia

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan