-->

Kronik Toggle

Garin Nugroho Luncurkan Buku 'SBY Superhero

Yogyakarta – Budayawan dan sineas Garin Nugroho meluncurkan buku berjudul “SBY Superhero.” Buku ini berisi berbagai cerita seputar figur SBY yang diperoleh Garin dari perjalanannya ke berbagai pelosok Indonesia.

“Buku ini kami namai, Emiktur kepanjangan dari esai, komik dan karikatur. Buku ini bisa disebut juga sebagai buku dunia olok-olok peta politik kita,” kata Garin Nugroho saat peluncuran buku di kantor penerbit PT Galang Press di Jl Mawar, Baciro, Yogyakarta, Selasa (27/10/2009).

Menurut Garin dari berbagai pengalaman selama perjalanan mulai dari Lamalera hingga bertandang ke Cikeas, berbagai guyonan politik banyak bermunculan. Semua tokoh politik Indonesia mulai dari Habibie, Megawati, Gus Dur, hingga SBY terekam dari buku setebal 108 halaman itu.

“Dari pengalaman itu ternyata politik Indonesia itu hidup dan dihidupkan lewat olok-olok. Gaya berolok-olok politik itu juga muncul setiap saat dan setiap kesempatan,” ungkap Garin yang juga pernah menggarap beberapa iklan para tokoh politik Indonesia itu.

Namun dari banyak cerita yang didengarnya, dalam buku ini Garin hanya menulis seputar kemenangan SBY dalam Pilpres 2009, Partai Demokrat, munculnya Boediono sebagai wapres, audisi menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, hingga pertarungan dengan lawan-lawan politiknya.

Buku yang berisi esai pendek, komik dan karikatur politik itu dibagi dalam empat babak atau bab. Babak pertama berisi mengenai jurus jitu kemenangan SBY. Babak kedua berisi tulisan mengenai ciri masyarakat Indonesia dalam memahami masyarakat pasca reformasi.

“Ada politik timbangan untuk mengkritisi cara presiden dalam memilih pembantu presiden agar tidak menimbulkan guncangan politik. Kemudian ada jurus mandor, yakni ditunjukkan dengan cara atau gaya presiden yang selalu mengatakan saya instruksikan dan sebagai,” kata Garin yang juga melaunching buku lainnya berjudul “Who Is God?” itu.

Babak ketiga, berisi tujuh jurus kesalahan lawan-lawan SBY, tujuh kritik untuk SBY dan tujuh jurus pandu pemenang pemilu. Sedang babak keempat berisi jurus rating pemenang pemilu, jurus hantu pemenang pemilu, opera sabun dan lain-lain.

“Buku ini memang tidak terlalu serius,  lebih pada olok-olok kehidupan politik kita sehari-hari. Tapi buku ini bisa juga seperti buku sosiologi politik. Buku ini juga bisa menjadi rujukan dan pegangan parpol untuk memenangkan pemilu 2014 nanti,” pungkas Garin berpromosi

*)Dikronik dari Detiknews, 29 Oktober 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan