-->

Kronik Toggle

Diluncurkan, Buku Karya Krisna Murti "Esai tentang Seni Video dan Media Baru"

IBOEKOE JOGJA–Membincangkan media baru seringkali kita lupa bila dalam kehidupan sehari-hari ia sudah dipraktikkan secara kolektif sebagai budaya media (baru). Penggunaan secara fungsional dan sebagai hiburan: TV, video, ponsel, komputer dan piranti lunaknya, games dan internet menjadi contoh biasa di masyarakat. Bahkan kita sering tidak sadar menggunakan mesin ATM atau memeriksa kehamilan memakai perangkat USG (Ultra-Sonography) juga termasuk menjalani budaya ‘layar’ itu. Yang tidak biasa justru dengan teknologi informasi (TI) dan teknologi media (TM) itu tanpa kita sadari sudah merubah cara kita melihat realitas, meredefinisi kehadiran dan perilaku – meruntuhkan kesepakatan yang dulu pernah menjadi rujukan bersama.

Demikian salah satu pernyataan Krisna Murti dalam karyanya yang diluncurkan Indonesia Visual Art Archive (IVAA) bekerjasama dengan South Project pada 18 Oktober 2009 di Patehan Tengah Yogyakarta.

Dalam press release yang diterima redaksi Indonesia Buku disebutkan bahwa di dalam konteks perkembangan media baru dewasa ini, buku karya Krisna Murti “Esai Tentang Seni Video dan Media Baru (Essays on Video Art and New Media)” dapat diartikan sebagai sejenis tulisan yang langka sekaligus penting. Salah satu sifat kelangkaan buku Krisna Murti justru ada pada tawaran pembahasan media baru – yang kita praktikkan sekaligus mencekam kita dalam hidup sehari-hari – sebagai sebuah tema yang diletakkan dalam dimensi sosio-kultur- historis yang kontekstual dan kritis. Sebuah ajakan untuk pengambilan jarak. Refleksi.

Lebih jauh lagi, seperti yang dikerjakan Krisna selama ini sebagai praktisi – seniman (video art), praktik dan wacana media baru sesungguhnya bisa menjadi alat ataupun media dalam pengambilan posisi di tengah konteks situasi dan kondisi kekinian. Terkait misalnya dengan isu-isu demokrasi, partisipasi, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, Salah satu alasan penting terbitnya buku Krisna ini (dan kemudian membicarakannya) tidak lain merupakan tindakan untuk memahami media baru, dunia yang kita geluti sehari-hari, memeriksa kembali alam pikiran yang mengendap di benak kepala,  bahkan sebuah upaya untuk keluar sejenak dari perangkap stereotip wacana industri, konsumsi dan gaya hidup selama ini.

Tampil sebagai pembicara adalah Ade Tanesia (Combine Resource Institute), Jompet Kuswidananto (seniman), Krisna Murti (Penulis Buku “Essays on Video Art and New Media”), dan St Sunardi (Dosen Magister Ilmu Religi dan Budaya, Universitas Sanata Dharma). (GM)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan