-->

Kronik Toggle

Buta Mata, Korupsi Dana Buta Aksara

Kejaksaan Negeri Tangerang menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana buta aksara di Kota Tangerang.

Kedua tersangka itu adalah Rmd, penanggung jawab Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani Sukasari, dan Ny Syu, Ketua PKBM Korps Mubaligah Nasional.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Rakhmat Harianto, Senin (12/10), mengatakan, penetapan mereka sebagai tersangka karena keduanya diduga melakukan tindak pidana penyelewengan anggaran dan pelaksanaan program keaksaraan fungsional secara fiktif.

”Kedua tersangka ini belum ditahan karena masih kooperatif untuk dimintai keterangan. Dalam waktu dekat, kami akan menahan mereka,” ujar Rakhmat. Dijelaskan, kedua tersangka itu terlibat aktif dalam kegiatan keaksaraan fungsional yang merupakan bagian dari program pengentasan buta aksara nasional tahun 2007-2008 untuk wilayah Kota Tangerang.

Kesalahan kedua tersangka, kata Rakhmat, adalah mencantumkan sejumlah nama fiktif dengan cara mendaftarkan orang yang sudah lulus SD, SMP, bahkan SMA seolah-olah sebagai peserta belajar buta aksara.

Dikatakan Rakhmat, PKBM awalnya mendaftarkan 150 warga melalui proposal ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten, tetapi yang disetujui 120 orang. Pada proposal berikutnya, dari 320 orang yang diajukan, hanya 200 orang yang diakomodasi. Jadi, jumlah peserta keaksaraan fungsional sebanyak 320 orang.

Namun, dari jumlah itu, nama pada urutan 1-50 sudah tercantum pada PKBM Korps Mubaligah sebagai peserta program buta aksara. PKBM Bina Insani menerima kucuran dana senilai Rp 66.400.000, sedangkan PKBM Korps Mubaligah menerima kucuran dana Rp 49.800.000.

Adapun total kerugian negara dalam kasus tersebut Rp 800 juta. Pihak kejaksaan masih melakukan pelacakan di 11 PKBM lainnya di Kota Tangerang. Dana itu merupakan dana dekonsentrasi APBD Provinsi Banten untuk pemberantasan buta aksara di Kota Tangerang.

* Dikronik dari Harian Kompas Edisi 13 Agustus 2009 dengan judul: “2 Tersangka Korupsi Dana Buta Aksara Ditetapkan”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan