-->

Kronik Toggle

Besok Pendaftaran Terakhir

SURABAYA – Antusiasme sekolah terhadap program Safari Diklat Jurnalistik ternyata cukup tinggi. Bukan dari Surabaya saja, sekolah dari Madura, Lamongan, Pasuruan, dan Jombang menyatakan minat mereka. Namun, karena program itu masih dibatasi untuk Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, panitia terpaksa menolak pendaftaran mereka.

”Kami minta maaf. Saat ini kami masih belum bisa melayani sekolah di luar tiga kota itu,” kata Ketua Program Safari Diklat Jurnalistik Jawa Pos Guntur Prayitno.

Antusiasme itu memang tampak pada pendaftaran hari pertama kemarin. Ada 20 sekolah yang masuk daftar. Itu murni dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Pendaftaran masih bisa dilakukan hingga Jumat (23/10). Untuk mendaftar, sekolah tinggal menelepon ke Mbak Dheny di nomor 031-8202013 atau 031-8202103, pukul 08.00-15.00.

Guntur menjelaskan bahwa kuota untuk diklat jurnalistik penulisan opini bagi guru adalah 2 ribu orang, sedangkan penulisan berita bagi siswa adalah 2 ribu anak. Di setiap sekolah yang dikunjungi, jatah pesertanya 50 guru dan 50 siswa. Artinya, hanya ada sekitar 40 sekolah yang bakal mendapatkan kesempatan didatangi panitia safari tersebut.

”Jika sampai hari terakhir pendaftaran besok sekolah pendaftarnya lebih dari 40, kami akan menyeleksi sekolah mana saja yang akan dikunjungi,” terangnya.

Seleksi itu tidak hanya diberlakukan pada tahap awal, sebelum diklat. Melainkan juga saat kunjungan diklat. Nanti ketika guru peminat diklat di sebuah sekolah lebih dari 50, panitia akan menyeleksi. Di akhir kegiatan, setiap guru peserta diklat akan mendapatkan sertifikat dari panitia penyelenggara dan penghargaan menarik lain.

Untuk diklat siswa, peserta sebanyak 50 anak akan dipilih oleh pengelola sekolah.

Program safari tersebut tidak semata-mata berisi diklat penulisan opini dan berita. Seperti diberitakan kemarin, sebelum diklat jurnalistik tersebut, di hari itu juga akan diadakan apresiasi tulisan oleh seluruh siswa sekolah yang dikunjungi.

Selain itu, diselenggarakan festival bahasa. Di festival tersebut ada lomba membaca berita untuk siswa serta lomba unjuk kreasi kebahasaaan dan kesastraan. “Kami sediakan penghargaan total puluhan juta rupiah bagi juara lomba tersebut,” ujar Guntur.

Program Safari Diklat Jurnalistik itu diselenggarakan oleh Jawa Pos bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Pendukung lain program tersebut adalah Balai Bahasa Surabaya, Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Jatim, dan beberapa perusahaan yang peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia lewat pendidikan.(sha/dos)

*)Dikronik dari Jawa Pos 22 Oktober 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan