-->

Lainnya Toggle

4 Syarat Menjadi Penulis Hebat

menulis_depanSetiap penulis pemula tentu penasaran ingin tahu rahasia para penulis buku-buku laris. Ilmu keramat apa yang mereka miliki hingga bukunya laris manis dipasaran. M fauzil Adhim, penulis Kupinang Kau Dengan Hamdalah, membagi rahasianya dengan menulis Dunia Kata: Mewujudkan Impian Menjadi Penulis Brilian untuk menjawab rasa penasaran itu.

4 Syarat Menjadi Penulis Hebat:

  1. Jangan menjadi pengekor. Boleh meniru gaya, tapi harus tetap berproses menemukan kekhasanmu sendiri.
  2. Jangan biarkan editor mengubah tulisanmu, menulislah sebaik dan sesempurna mungkin.
  3. Jangan bergantung mood, itu hanya momok. Biasakan menulis dalam keadaan bagaimana pun.
  4. Jangan cepat putus asa. Jadikan setiap penolakan sebagai bahan evaluasi untuk menulis lebih baik. Perbanyak pengetahuan dan terus belajar.

Langkah Tepat jadi Penulis Hebat:

  1. Mulai sekarang juga.

“Penulis pemula sering dihantui oleh keinginan menghasilkan tulisan menarik yang sangat unik, lain daripada yang lain. Kecenderungan ini berakibat pada dua hal. Disatu sisi, cerita yang kita tulis terlalu ganjil dan terkesan sangat menggoda-ada sehingga tidak layak baca. Di sisi lain, kita membutuhkan energi yang ekstra besar untuk menyelesaikan satu cerpen yang paling sederhana sekalipun”.

2. Benchmarking. Jadikan tulisan, penulis, atau media sebagai model acuan. Benchmarking bukan meniru.

“Demi Allah, saya mengharapkan dengan seluruh kekuatan yang saya miliki agar setiap tulisan mampu menciptakan perubahan besar bagi hidup, pikiran, jiwa, dan agama kita. Hidup ini tak lama, sedangkan kematian amat dekat. Maka, saya berharap setiap kata yang dituliskan menjadi bekal untuk hidup sesudah mati”.

3. Membuat tulisan lebih memikat.

Buat paragraf pembuka yang menarik minat (ringkas: tidak lebih dari 17 kata per kalimat, pilih kata yang tepat, kohesif: antar kalimat menyambung, tidak klise, tidak juga terlalu puitis).

Buat judul yang menggugah rasa ingin tahu (singkat, mudah diucapkan,mudah ditangkap, dan kuat maknanya).

Hukum Buku Laris:

  1. Bertutur dengan sederhana, renyah, mengalir.

“Mereka senang memakai kalimat-kalimat sederhana, kosakata yang sederhana, dan kalau pun terpaksa menggunakan istilah yang kurang dikenal khalayak, mereka memberi penjelasan dengan cara yang sederhana dan enak. Sehingga, orang-orang yang tahu tidak merasa jemu dan yang tidak tahu merasa lapang”.

“Adalah tidak terpuji memaksa pembaca memeras otaknya untuk memahami tulisan kita”(Frank Lawrence)

2. Memiliki objective benefit (memiliki manfaat sesuai yang dijanjikan oleh penulis/penerbit), identity benefit (mampu membangun identitas bagi pembaca), emotional benefit (manfaat emosi), dan ekuitas yang terjaga (kualitas yang terjaga dari buku satu ke buku lain).

Apa yang membuat ia mampu menghadirkan suasana negeri lain dengan sangat kuat? Rasa ingin tahu yang sangat besar. Imajinasi saja tidak cukup. Imajinasi perlu didukung oleh data dan pengetahuan yang matang”. 3. Buat plot yang rumit, pelik, kompleks. Ini akan merangsang pembaca berpikir dan menghayati. Plot yang terlalu sederhana cenderung membosankan dan mudah ditebak.

4. Buat akhir cerita yang tidak biasa. Penyelesaian masalah yang terlalu sederhana cenderung tidak disukai pembaca. 5. Perkuat materi dengan dukungan ilmu pengetahuan yang memadai, riset, survei, bukti, literatur ilmiah, dan logika yang kuat. Karya yang hanya berisi banyak sensasi atau kejutan takkan bertahan lama.

Dinukil dari buku “Dunia Kata: Mewujudkan Impian Menjadi Penulis Brilian”, Penulis : M Fauzil Adhim, (DAR!Mizan, 2004)

10 Comments

cema - 08. Nov, 2009 -

D jaman sarang orang2 y9 ekonominya kurang ingin mendapatkan buku yang harganya murah tapi sesuai dengan yg mereka cari, sdangkan harga buku yang berkwalitas ga ada yang murah,,, di situlah pebajakan merajalela, hm hm hm jady bingug msti bagaimana men9atasinya???

nita - 19. Feb, 2011 -

Kalo udah buat karya tulisnya, cara untuk dikirim ke penerbit bagaimana?

Agus Munawar - 12. Mar, 2011 -

Untuk Nita, ini saya kasih cara utk menerbitkan buku kamu, khususnya di Gramedia Pustaka Utama.

Prosedur Penerbitan Naskah di Gramedia Pustaka Utama:

GPU & Fokus Terbitannya

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) adalah penerbit buku-buku
umum, artinya buku-buku yang dimaksudkan untuk konsumsi umum, karena
merupakan referensi atau bacaan umum, mulai dari anak-anak, remaja
sampai dewasa, mencakup buku fiksi maupun non-fiksi. Itulah main
business kami. Tetapi, adalah fakta bahwa banyak di antara buku kami
juga dipakai sebagai buku teks. Karena itu, kami juga memiliki Desk
Buku Teks, yang secara khusus bertanggung jawab atas buku-buku teks
perguruan tinggi yang kami terbitkan. (Untuk buku teks bagi siswa
SMU ke bawah, silakan anda menghubungi sister company kami: Penerbit
Grasindo).

Buku-buku umum yang kami terbitkan adalah buku-buku yang mengandung
nilai-nilai yang sejalan dengan mission statement kami,
yaitu “Bersama komponen bangsa yang lain, ikut serta menciptakan
Indonesia Baru dengan nilai-nilai humanisme transendental.” Karena
itu, buku yang kami terbitkan adalah yang mengembangkan nilai-nilai
kemanusiaan yang beriman kepada Sang Pencipta dan Pemelihara, yaitu
Tuhan Semesta Alam. Itu berarti bahwa kami akan menerbitkan buku
yang mendorong munculnya semangat pluralis, demokratis, inklusif,
cerdas, berwawasan luas, profesional, berbudaya, humanis, dan
religius. Sebaliknya, kami mengindari penerbitan naskah yang
mendorong semangat fanatik sempit, picik, anti-refleksi dan anti-
pembelajaran, pelecehan terhadap kemanusiaan.

Dewan Penilaian Naskah

Untuk menilai kelaikan terbit suatu naskah, kami memiliki Dewan
Penilaian Naskah, yang terdiri dari wakil-wakil dari Redaksi,
Produksi dan Pemasaran/Promosi, yang dari perspektifnya masing-
masing akan memberi rekomendasi terhadap suatu naskah untuk terbit
atau tidak terbit. Terasah oleh pengalaman, masing-masing akan
mengembangkan perspektif mereka, tetapi:

Secara khusus Redaksi akan menilai naskah dari mutu isinya:
kesesuaian dengan misi, kedalaman dan kelengkapan informasinya,
bagaimana pentingnya topik/tema naskah (importance), bagaimana
relevansinya, bagaimana penyajiannya (urutan logis atau sistematika
pemaparan dan gaya bahasanya), apa keunggulan dan kelemahan naskah
tsb dibandingkan dengan buku yang sudah beredar di pasar.
Secara khusus wakil dari Produksi akan menilai naskah dari sisi
produksi dan pembiayaannya: kemudahan/kesulitan produksinya, proses
yang harus dilalui, perkiraan besar ongkos produksinya.

Secara khusus wakil dari Pemasaran/Promosi akan menilai naskah dari
serapan pasarnya (marketability): apakah akan disambut pasar dengan
gairah atau sebaliknya? Berapa ribu akan terserap pasar dalam
setahun? Berapa lama naskah itu akan bisa hidup di pasar, akan terus
dibutuhkan atau hanya menjawab kebutuhan sesaat?

Kadang-kadang Dewan juga minta pertimbangan dari para ahli, termasuk
dari kalangan perguruan tinggi, atas naskah-naskah tertentu.

Quadran Penilaian

Dengan menggunakan kata MUTU untuk mutu naskah dan kesesuaian dengan
misi kami, serta kata LAKU untuk serapan pasar, terciptalah quadran
penilaian sbb:

Quadran 1: Mutu Tinggi & Laku Keras
Inilah primadona kami. Lampu hijau langsung kami berikan untuk
segera menerbitkan naskah yang masuk dalam quadran ini.

Quadran 2: Mutu Rendah Tapi Laku Keras
Ini lampu kuning. Kalau mutunya “tidak jeblok-jeblok amat”, dan
penerbitannya TIDAK menimbulkan opini umum “Gramedia kampungan!”,
kami masih mau menerbitkan naskah dalam quadran ini. Tapi, ya itu
tadi… tidak terkesan “MELACURKAN DIRI” atau muncul pendapat
sinis “HUH, GRAMEDIA CUMA CARI UNTUNG DENGAN MENJUAL SAMPAH!”

Quadran 3: Mutu Tinggi tapi Tak Laku
Ini lampu kuning. Demi standing kami, kami mau menerbitkan naskah-
naskah yang masuk dalam quadran ini. Inilah sumbangan sosial kami.
Kalau dana kami untuk ini sudah habis, kami mengusahakan cara lain:
Minta pihak kedua (penulis) untuk membeli sebagian agak besar dari
bukunya pada saat terbit.
Menggandeng pihak ketiga untuk ikut dalam pembiayaan, semacam co-
publishing, dan logo pihak ketiga itu boleh tampil di cover.

Quadran 4: Mutu Rendah & Tak Laku
Ini lampu merah. Kami tak ingin cari penyakit. Naskah di quadran ini
hanya bikin malu penerbit dan penulisnya… sudah malu, rugi lagi!

Prosedur

Bila anda memiliki naskah-naskah yang sejalan dengan misi kami,
dengan senang hati kami akan mempertimbangkan penerbitannya.
Prosedurnya adalah sbb:

1. Kirim naskah Anda (lengkap, dibendel agar mudah dibaca) ke
Redaksi Gramedia Pustaka Utama, Gedung Kompas-Gramedia, Jl. Palmerah
Selatan 24 — 26, Lt. 6, Jakarta 10270

2. Lengkap berarti: naskah itu 100% komplit, termasuk gambar-gambar,
walaupun gambar-gambar itu hanya kopi dari aslinya, bukan masternya.
Ini penting karena master gambar-gambar itu berikut data elektronik
naskah tersebut baru akan diserahkan ketika sudah jelas kami
putuskan untuk diterbitkan. Ini menjadi sarana pengaman bagi Penulis
agar, andaikata ditolak oleh GPU dan naskah itu mau ditinggal di
GPU, hanya kopian yang dimiliki GPU (lihat relevansinya dengan point
4 & 5).

3. Sertakan informasi mengenai:

1) Apa keunggulan naskah tsb dibandingkan dengan buku yang
sudah ada di pasar?
2) Siapa pembaca sasarannya? Siapa saja yang berkepentingan
dengan naskah buku tsb, dan seberapa besar populasinya?
3) Dalam perkiraan Anda, dengan populasi orang yang
bekepentingan seperti itu, kira-kira berapa banyak buku yang bisa
diserap pasar selama 12 bulan, bila kita memasarkannya hanya lewat
jaringan toko buku?
4) Apakah Anda memiliki forum di mana naskah tsb akan digunakan
bila sudah terbit? (misal: “Saya adalah dosen dengan mahasiswa 50
orang per semester, dan rekan-rekan saya juga akan memakainya”)
Bila “ya”, berapa banyak Anda sendiri akan menyerap buku tersebut
dalam setahun?
5) Apakah akan ada event tertentu yang menciptakan momentum
yang menguntungkan publikasi naskah tersebut. (Misal, “Bulan xxx
tahun zzz akan ada Nasional Seminar On bla bla bla, dan buku ini
akan di-launch di sana” atau “Saya akan melakukan in house training
untuk 500 karyawan PT yyy, bulan bbb tahun ttt, dan buku ini akan
dipakai sebagai panduan.”)

4. Atas pengiriman itu, Anda akan menerima Tanda Terima, di mana
dicantumkan formula standar yang antara lain mengatakan bahwa
selambat-lambatnya dalam 3 bulan akan ada keputusan mengenai terbit
atau tidaknya. Keputusan bisa cepat (7 hari kerja), bisa lambat,
antara lain juga tergantung pada informasi-informasi (pertanyaan 1 –
5) tsb, di samping pada tumpukan naskah yang harus kami nilai.

5. Bila naskah tidak akan diterbitkan, GPU akan mengirim balik
naskah tersebut, bila disertai prangko secukupnya. Bila tidak
disertai prangko secukupnya, atau bila dikehendaki oleh penulisnya
untuk diserahkan kepada GPU, kami sedapat mungkin akan menjaga
kerahasiaannya, dan tidak akan menyerahkan kepada pihak lain untuk
diterbitkan atas nama siapa pun. Tetapi, karena secara berkala kami
membersihkan naskah-naskah tua, selalu ada kemungkinan bahwa naskah
seperti itu jatuh ke pihak ketiga yang tidak dimaksudkan, baik oleh
penulis maupun GPU, dan bisa jadi pihak ketiga itu memanfaatkannya
secara tidak bertanggung jawab, tanpa seizin penulis atau GPU. Bila
ini terjadi, GPU tidak bertanggung jawab atas kejadian seperti itu.

6. Bila naskah akan diterbitkan, kirimkan data elektronik berikut
master gambar/foto/sket. Waktu terbitnya dirundingkan. Perlu
diketahui bahwa pada saat kami memutuskan suatu naskah akan terbit,
kami sedang melakukan proses penerbitan naskah-naskah lain yang
jadwal terbitnya sudah mengisi standing order mingguan ke jaringan
toko buku untuk 2 bulan ke depan. Artinya, naskah yang baru saja
diputuskan untuk diterbitkan itu paling cepat bisa terbit 10 minggu
kemudian, kecuali ada kondisi khusus yang memungkinkan kami untuk
mempercepatnya.

Hak Penulis

Penulis atau pemilik naskah yang naskahnya diterbitkan di GPU
memiliki hak-hak sbb:

1. Royalty sebesar 10% (sepuluh persen) dari harga jual, sebelum PPn
sebesar 10%, kecuali bila pajak itu ditanggung pemerintah. Buku-buku
yang pajaknya ditanggung pemerintah adalah buku-buku yang
dimaksudkan untuk pengajaran. Buku-buku yang termasuk “hiburan”
(novel misalnya) dikenai PPn 10%.

2. Pada saat penandatanganan kontrak kerjasama penerbitan, atau
selambat-lambatnya tigapuluh hari setelahnya, diserahkan uang muka
25% (dua puluh lima persen) dari total royalty. Sisanya dibayarkan
per semester (pada bulan Februari dan Agustus) sesuai dengan
penjualan pada semester yang sudah berjalan.

3. Pembayaran royalty ini dikenai PPh sebesar 15%.

4. Diskon otomatis sebesar 20% dari harga jual, untuk pembelian
langsung kepada GPU, secara tunai, sebanyak 1 – 99 eksemplar; diskon
25% untuk sebanyak 100 – 199 eksemplar; dan diskon 30% untuk
pembelian 300 eksemplar ke atas.

5. Berhak atas informasi mengenai jumlah cetakan, jumlah penjualan,
jumlah stock fisik di gudang, harga jual, rencana cetak ulang, dan
bila muncul keraguan atas informasi itu berhak menggunakan Akuntan
Publik untuk memverifikasi/memfalsifikasi informasi tersebut.

6. Hak dan kewajiban secara lebih terperinci diatur dalam kontrak
standar.

Penting! Hindarilah:
1. Plagiat/pelanggaran hak cipta
2. Fitnah/pelecehan terhadap pihak lain

Tertarik untuk mencoba menerbitkan naskah anda? Kami tunggu!

PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung KOMPAS Gramedia Unit II lt. 6, Jl. Palmerah Selatan 24-26,
Jakarta 10270
Telp. 5480888, 5483008, ext. 3202, 3206, 3200, 3231. Fax: 5300545

Redaksi Non Fiksi: [EMAIL PROTECTED]
Redaksi Fiksi: [EMAIL PROTECTED]
Pengasuh GBC: [EMAIL PROTECTED]

Apendi - 22. Apr, 2011 -

terima kasih atas penjelasanya, namun yang ingin saya tanyakan apakah menjadi penulis itu harus memiliki gelar (expl. S1), soalnya saya sendiri sangat tertarik untuk menulis (saat ini saya sebagai pengajar di sebuah SMK namun belum bergelar S1 baru D3), sekali lagi terima kasih atas jawabannya, bila bersedia mohon mengirimkan jawaban ke email saya

Michelle - 10. Jul, 2012 -

Maaf saya ingin bertanya apakah menjadi penulis harus yang sudah memilik gelar seperti yang dikatakan “Apendi” (pengomentar juga)? Saya pun sangat ingin menjadi penulis namun saya masih seorang pelajar SMA, ada beberapa mungkin hasil karya saya yang masih kurang sempurna di blog, namun entah bagaimana caranya agar banyak yang membaca hasil karya saya tsb dan memberi komentar agar saya bisa lebih banyak belajar lagi ? Jika ada yang berminat membacanya check twitter saya ya @michellefabiany , lgsg masuk di favorit karena linknya saya favoritkan, makasih :)saya berharap saya mendapat balasan..

Admin Iboekoe - 11. Jul, 2012 -

Syarat utama menjadi penulis adalah kemauan dan ketekunan belajar. Cek di blog Muhidin M Dahlan (akubuku.blogspot) tentang bagaimana ketekunan belajar itu dibangun. tentang tips-tips menulis dan publikasinya sudah banyak kami ulas, juga dalam buku-buku kami, silahkan cek di kolom tips dan buku baru

mulyana - 06. Agu, 2012 -

sebenarnya saya inginjadi penulis,, tspi saya belum tahu tulisan saya peertama kali dipublikasukan

Muhammad Dzikri - 08. Nov, 2012 -

Mari Kita Mulai Menulis,…
Semoga berkat keuletan, kita dapat menjadi penulis bermental baja,… Amiin,….

Ahlaqul Kharima - 28. Feb, 2013 -

sebenarnya saya ingin jadi penulis
itu adalah cita-cita saya

tapi saya merasa bahwa saya kurang dalam melakukan segalanya. saya takut nanti karya saya jelek..

Faizin - 09. Apr, 2013 -

“Saya bukan orang yang cerdas dan pintar, itu relatif. Semua itu mengalir begitu saja. Jadi penulis itu harus kuat mental, tahan banting dan berani mengambil risiko yang terburuk sekalipun. Setelah kita sukses, semua itu akan menjadi mudah tentu. Saya telah merasakannya sekarang” Prof. Deddy Mulyana (sumber: news.unpad.ac.id).

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan