-->

Kronik Toggle

Krisdayanti dan 5 Kekuatan dalam 1 Buku

kd buku octaviaKamis, (6/7/09) silam, di Hotel Grand Indonesia, Diva pop Indonesia, Krisdayanti (KD), meluncurkan buku keduanya,Catatan Hati Krisdayanti: My Life My Secret.

Buku yang ditulis oleh Alberthiene Endah ini adalah buku kedua KD setelah Krisdayanti:Seribusatu KD (2003). KD mengungkap lima kekuatan yang mendorong dirinya mencapai titik seorang bintang seperti sekarang. Lima kekuatan itu adalah Keluarga, Impian, Suami, Tuhan, dan Sahabat.

Keluarga,  bagi KD adalah kekuatan yang didalamnya menyatu sebuah kebersamaan dan kecintaan. Kakaknya, Yuni Shara, adalah elang yang kuat dalam tubuh mungilnya. Ia kawan dan sahabat dimana KD berbagi. Mama, bagi KD adalah poros energi. Ia adalah tonggak keberanian. Monumen perjuangan. Mesin keberanian. Alasan kuat untuk maju. Mama adalah cikal bakal karir KD dan kakaknya, Yuni Shara. Dalam MLMS terungkap bagaimana perjalanan KD menapaki karir di Jakarta dan bagaimana Mamanya menjadi penopang dalam perjalanan itu.

Impian adalah kekuatan yang diyakini KD sejak ia belum menjadi bintang. Kesadaran akan talenta suaranya membawanya pada satu titik keyakinan untuk meyakini bahwa ia bisa menjadi bintang. Ditengah mirisnya kehidupan yang penuh kekurangan, KD terus menyediakan ruang yang penuh dengan konsentrasi untuk menggapai impiannya. Dan inspirasi itu kebanyakan ia dapatkan dari buku. Ia banyak menumpuk buku-buku kisah sukses penyanyi luar negeri dan menguliti berbagai pesan penting didalamnya. Be creative, kata Madona. Jangan berpikir gagal, kata Oprah. Selalu lakukan hal yang menakjubkan, Kata Celine Dion. Dan KD pun menyurung semangatnya untuk menggapai impiannya menjadi bintang.

Di balik kebintangan seorang KD, sosok yang juga banyak mengambil peran adalah Anang Hermansyah, suaminya. Anang bagi KD bukan sekedar suami, ia juga menejer yang menata langkahnya dengan baik. Dalam MLMS terurai jejak awal KD mengenal Anang, mengejarnya, memacarinya, hingga akhirnya menikah dan berbagi cemburu, rindu, kasih sayang, dan kritik. Disini terlihat sekali bagaimana sosok Anang bukan hanya menjadi penopang, tapi juga tempat pulang yang tenang bagi KD. Orang paling jujur yang akan mengatakan buruk jika memang buruk. Dan KD membutuhkan itu.

kedekatan KD dengan Anang yang anak dari keluarga pesantren di Jember, membawa dampak religius pada kehidupan KD. Karena Anang, dalam menentukan setiap langkah dalam karirnya, KD banyak mendapat masukan dari para ulama di Jember. Pada mereka juga KD dapat melakoni penyembuhan dari ketergantungannya pada narkoba. KD pun percaya bahwa ada kekuatan maha besar diluar segala perencanaan menejemennya, dan itu adalah Tuhan.

Kekuatan lain yang menguatkan karir KD adalah persahabatan. Terurai dengan penuh perasaan bagaimana kisah 3 Diva dan konfliknya bersama Erwin Gutawa dan Jay Subiakto betul-betul meruntuhkan perasaan KD. Baginya, 3 diva bukan sekedar trio penyanyi kawakan indonesia, tapi 3 diva adalah 3 hati yang sudah bernyanyi bersama sebelum 3 diva ada. Persahabatan itu pula yang membawa KD pada tapak karir seperti sekarang. Maka, ketika ada luka dalam persahabatan itu, KD merasa ada cacat dalam perjalanannya.

Lima kekuatan itu lah yang mengantarkan KD menapaki jejaknya di dunia nyanyi. Tanpa itu semua, KD hanya akan menjadi bocah ndeso dari Malang. MLMS hadir sebagai pencatatan akan peran setiap kekuatan itu. KD bukan sekedar ingin berbagi pengalaman dan pelajaran hidup, ia ingin mengabadikan perjalanannya dan cinta-cinta yang melingkupinya dalam :buku. (DAVS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan