-->

Tokoh Toggle

Saleh Ismail Mukadar: Di Toilet Bercinta dengan Buku

salehismailAh, kau si wartawan buku itu rupanya. Mengapa juga kau ganggu saya sepagi-pagi ini? Bukankah sudah saya bilang, bila pagi hari, saya tak mau diganggu dengan wawancara. Saya selalu sedang ‘bercinta’ di kamar mandi jam segini. Buku-buku itu hanya sempat saya ‘setubuhi’ bila saya ada di toilet. Tapi karena kau ingin bicara soal buku juga, baiklah tak apa. Tapi jangan lama-lama, saya belum selesai membaca.

Buku apa yang saya baca di toilet? Ah pertanyaan kau bikin gatal ini telinga. Saya bukan tak mau menjawab, tapi saya khawatir ada yang tersinggung. Saya tak bermaksud menghinakan, tapi karena memang hanya itu waktu luang saya untuk bisa membaca dengan tenang. Kau tahu sendirilah padatnya aktivitas saya di partai, di dewan, di persebaya, di KONI, dan beberapa urusan lain. Tidur saja rasanya kurang waktu, apalagi membaca buku. Tapi saya cinta buku, dan selalu saya sisakan sedikit waktu untuk membacanya.

Toilet adalah pilihan paling aman. Di sana saya tak akan terganggu oleh apa pun, termasuk dering telepon. Karenanya saya tata sebagus mungkin itu kamar mandi. Saya minta ditempatkan satu almari khusus untuk menyimpan buku kesukaan saya. Biasanya buku yang suka saya baca berkali-kali. Kebanyakan soal agama, tuhan, filsafat agama dan semacamnya. Sekali lagi saya tidak menghina. Jangan salah.Ini hanya soal kenyamanan dan waktu.

Saya memang suka buku-buku begitu. Buku saya di rumah ada banyak. Semua lemari penuh buku. Saya dan istri kalau ke mall jarang beli baju atau barang lain, tapi kalau buku sudah wajib. Anak-anak saya pun akhirnya terbiasa. Yang nomor tiga yang paling kutu buku. Dia sampai makan pun baca buku, di mobil baca buku, pokoknya baca melulu dia. Kami memang senang sekali membeli buku.

Tapi jangan heran bila melihat beberapa buku saya masih tersegel plastik. Buat saya, yang penting beli dulu, bacanya bisa kapan-kapan saja kalau sudah punya banyak waktu luang. Mumpung saya lagi ada duit, kan tidak selamanya saya ada duit. Mumpung ada duit ya beli buku sebanyak-banyaknya. Nanti pasti ada gunanya.

Membaca,bagi saya sebenarnya lebih luas maknanya. Hidup itu adalah membaca. Kita mengalami kehidupan yang bergulir 24 jam, itu membaca. Cuma bedanya, hidup itu kan bergulir, belum tersedia. Tapi kalau buku kan sesuatu yang sudah ada, pengalaman orang yang dapat kita pelajari. Kalau alam, kita alami dulu baru kita baca, tapi kalau buku kan tidak, pengalaman orang lain bisa kita ambil.

Itulah mengapa kemudian saya ingin menulis biografi. Inti dari biografi itu kan keteladanan. Banyak hal menyangkut jalan pikiran kita, motivasi kita, semangat kita untuk berbuat sesuatu yang belum diketahui orang . Mungkin orang masih beranggapan Saleh Mukadar itu preman ambon. Karena kebetulan dia ketua partai yang dekat dengan dunia preman. Tidak semua orang tahu motivasi dibalik setiap keputusan dan tindakan saya sebagai pemimpin. Nah, itu bisa diungkapkan melalui buku. Agar ada keteladanan. Bahwa semua orang bisa sukses, semua orang bisa jadi tokoh, semua bisa menjadi lebih baik, sepanjang prinsip-prinsip hidup itu kita jalankan.

Menurut saya, bagi politisi, buku juga bisa menjadi alat kampanye yang punya kekuatan tersendiri. Itu jauh lebih beradab dari pada menggunakan agama sebagai alat politik. Saya sering ditawari ceramah agama, tapi saya tak mau. Bagi saya, jangan lah itu dicampur adukkan antara niat kita untuk berbuat kebaikan dengan hal-hal yang sakral. Karena itu menodai niat baik kita. Sudah ya itu saja, panjang sekali kau tanya-tanyanya. Saya mau ‘bercinta di toilet dulu ini.

Ah, kau memaksa juga dengan pertanyaan penutup. Baiklah, kuberi tahu kau duhai wartawan buku, 5 buku favoritku adalah: (1) Hayatu Muhammad (Muhammad Husain Haikal) (2) Dibawah Bendera Revolusi (Soekarno) (3) The Super Leader Super Manager (Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec) (4) Mahabarata (Balai Pustaka) (5) Semua karya Kho Ping Hoo (Diana AV Sasa)

BIODATA LENGKAP

Nama : H Saleh Ismail Mukadar SH

Tempat/Tgl Lahir : Pulau Buru, 25 Desember 1963

Pekerjaan : • Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya • Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur (2004-2009) • Ketua DPP Aspekindo Jawa Timur • Ketua Pengcab PSSI Surabaya • Ketua Umum Persebaya • Ketua Umum POBSI Jawa Timur • Mantan Ketua Umum KONI Surabaya

Istri : Noermilawati

Anak 1. Masyita Ramadita Mukadar 2. Hanifa Rahmania Mukadar 3. Istiqomah Mukadar 4. Muhammad Fauzan Ismail Mukadar 5. Muhammad Zulfikri Syawaludin Mukadar

Tulisan ini dibuat sebagai hadiah pelantikan Bpk. Saleh Ismail Mukadar sebagai anggota DPRD Jatim, hari ini, Senin, 31 Agustus 2009.  Semoga amanah.

3 Comments

saleh Ismail Mukadar - 31. Agu, 2009 -

terima kasih tulisannya,gangguan yang ternyata kemudian menyenangkan juga.terima kasih juga doa dan harapannya,semoga kedepan saya tetap bisa amanah dan selalu dekat dgn rakyat kecil.Salam saya sekeluarga untuk semua.Saleh Ismail Mukadar

pandu - 02. Sep, 2009 -

Mantap Bang..

deteksi - 02. Sep, 2009 -

wah suka baca buku rupanya bang saleh mukadar ini, saking gak ada waktu sampe tiolet jadi ruang baca buku..

selamat atas pelantikan menjadi anggota dewan lagi, semoga bisa amanah. kalau tidak amanah hukuman tuhan yang akan membalas

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan