-->

Kronik Toggle

Ardhian Mustofa: Kurelakan Ruang Tamuku untuk Gelaran Buku

PACITAN- Pada tanggal 14 Agustus 2009, dua hari lagi, bertepatan dengan hari Pramuka, anak-anak di seputaran Gunung Brengos, Pakisbaru,Pacitan akan merayakan kemerdekaannya dari kehausan akan buku bacaan. Pada hari itu, Indonesia Buku akan menyerahkan sebuah Perpustakaan mini yang dinamai Gelaran Buku Pakis.

Gelaran Buku ini menempati ruang tamu di rumah seorang guru madrasah yang masih muda, Ardhian Mustofa (29). Ardhian merelakan ruang tamunya digunakan untuk perpustakaan karena ia sendiri adalah seorang pecinta buku. Semasa bersekolah di Pondok Pesantren Modern Gontor, ia  menjadi salah satu sukarelawan perpustakaan. Koleksi buku Ardhian cukup banyak. Karena ia adalah mantan aktivis HMI, maka ia banyak mengoleksi buku-buku Humaniora.

Sebagai pendidik, Ardhian menyadari betul bahwa buku  bacaan tergolong barang langka bagi anak-anak di daerah ini. Budaya membaca pun sangat minim. Tentu saja minim karena memang tak ada yang akan dibaca.

Bagi Ardhian, budaya membaca perlu dikembangakn, ditularkan, dan dihidupkan. Membaca adalah salah satu pondasi untuk membentuk kepribadian. Karena dari buku, kita bisa belajar tentang kearifan hidup.

“Anak-anak daerah sini masih jauh dari budaya membaca. Koleksi perpustakaan di sekolah sangat minim. Hampir tidak ada sekolah yang berani menganggarkan penambahan koleksi setiap tahunnya meski dana untuk itu ada. Buku masih dirasa tidak terlalu penting. Karena itu, keberadaan Gelaran Buku ini sangat membantu sekali. Setidaknya ini bisa menjadi oase ditengah kekeringan bacaan juga sekaligus menjadi pembuka akses terhadap bacaan dan pengetahuan yang lebih luas bagi anak-anak disini” demikian ia bertutur pada iboekoe (DAVS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan