-->

Kronik Toggle

Lebih dari 379.000 Warga Sumut Masih Buta Huruf

Sebanyak 2,96 persen penduduk Sumatera Utara atau lebih dari 379.000 orang masih buta huruf. Jika diperbandingkan menurut jenis kelamin, penduduk perempuan yang buta huruf dua kali lebih banyak dibandingkan dengan penduduk berjenis kelamin laki-laki.

Kepala Seksi Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik Sumut Aulia Mufridah, Senin (22/6), mengatakan, angka diperoleh dari survei sosial sosial ekonomi nasional (susenas) tahun 2007 pada lebih dari 17.000 masyarakat Sumut.

”Hasil susenas tahun 2008 belum dipublikasikan karena ada kendala teknis,” tutur Aulia. Adapun susenas tahun 2009 baru akan berlangsung.

Proporsi buta huruf tertinggi ada di Kabupaten Nias Selatan (23,22 persen) kemudian Kabupaten Nias (12,20 persen).

Sementara itu, daerah yang memiliki warga buta huruf di atas 3 persen adalah Kabupaten Batubara (6,40 persen), Tapanuli Tengah (4,81 persen), Samosir (4,02 persen), Tapanuli Utara (3,33 persen), dan Langkat (3,97 persen).

Jumlah penduduk yang belum tamat SD mencapai 20,49 persen, tamat SD 26,70 persen, tamat SMP 21,17 persen, dan penduduk yang tamat D-IV/S-1 3,17 persen. Adapun penduduk yang tidak/ belum pernah sekolah 2,81 persen.

Anggota Dewan Pendidikan Sumatera Utara, Nur Ahmad Fadhil Lubis, mengatakan, jika warga yang buta huruf adalah warga usia produktif, program pemberantasan buta huruf belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Banyak pula lulusan SD yang tak bisa menggunakan kemampuannya dalam baca-tulis karena tidak banyak digunakan. Hal ini terjadi karena banyak lulusan SD yang kemudian bekerja menggunakan fisik belaka, seperti bekerja di jermal atau di kebun, tidak membiasakan diri dengan tulisan.

Fadhil mengakui gerakan pendidikan di Sumatera Utara akhir-akhir ini kurang gereget. Gerakan jauh dibandingkan dengan, misalnya, Provinsi Riau.

Gerakan pendidikan selama ini berkutat pada gerakan pembangunan fisik yang memiliki dampak tidak langsung. Kebijakan ini berkaitan dengan birokrasi yang menanganinya.

* Dinukil dari Harian Kompas (Sumatera Utara) Edisi 23 Juni 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan