-->

Lainnya Toggle

Korupsi dan Ulah Bejat Penerbit-penerbit Kelelawar

Oleh Muhidin M Dahlan

Di situs Indonesian Corruption Watch (ICW) pada 25 Agustus 2008 kita disuguhi daftar yang membuat kita terperangah betapa buruknya pengadaan buku pelajaran sekolah. Terutama sekali ulah hitam penerbit dan individu-individu yang bermain-main di sana.

Tak tanggung-tanggung, Bank Dunia merilis daftar hitam penerbit-penerbit kelelawar itu.

Ada sekira 27 penerbit, yakni: PT Penerbit Erlangga (Jakarta), PT Grasindo (Jakarta), PT Ganeca Exact (Bandung), PT Mitra Gama Widya (Jakarta), PT Mizan (Jakarta), PT Albama (Jakarta), PT Trigenda Karya (Bandung), PT Pabelan (Jakarta), PT Surya Angkasa (Semarang), PT Edumedia (Surabaya), PT Tiga Serangkai (Semarang), PT SPKN (Bandung), CV Djatnika (Bandung), CV Titian Ilmu (Bandung), PT. Mega Jaya (??), CV Kendang Sari (Surabaya), CV Grafindo, CV Multi Trust, PT Pribumi Mekar, IKIP Malang/Yayasan Penerbit Ikip Malang, PT Indah Jaya Adipratama, PT Mitra Aksara Panaitan (Jakarta), PT Multi Adiwiyata, PT Remaja Rosda Karya (Bandung), PT Balai Pustaka (Jakarta), dan PT Kanisius (Yogyakarta).

Melihat daftar itu pantas saja mutu buku pelajaran kita buruk. Mustahil berharap buku-buku bermutu diproduksi dengan cara-cara kotor dan jalan penyuapan di sana-sini. (Bersambung)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan