-->

Kronik Toggle

Jadikan Buku Stimulan Otak Anak

Masa kritis perkembangan otak anak terjadi pada enam tahun pertama. Membaca buku bisa menjadi stimulasi untuk perkembangan otak dan intelektual anak.

Psikolog Octaviani Ranakusuma, M.Psi, BA dari Universitas Yarsi mengatakan, stimulasi berarti segala pengalaman, kondisi dan lingkungan yang kondusif dan dapat memberi kontribusi pada perkembangan anak.

“Tujuan stimulasi sebaiknya bukanlah untuk memaksakan kemajuan anak pada arah tertentu, akan tetapi lebih pada memberikan anak pengalaman baru yang berpotensi mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” ungkap Octaviani pada seminar membaca di Jakarta, belum lama ini.

Sejak dahulu pun membaca sudah ditanamkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Dengan membaca maka dapat membuka pintu pengetahuan bagi anak,” imbuh Octaviani.

Ahli perkembangan anak dari Yale University mengatakan, tidak ada kata terlalu cepat untuk memperkenalkan kegiatan membaca pada anak. Membaca dapat dilakukan pada usia yang sangat dini karena anak sudah dapat mengerti proses membaca.

Para ahli menegaskan, membaca buku bagi anak balita dapat mendorong keintiman emosional dan komunikasi antara anak dengan orang tua. Bahkan, berdasarkan penelitian, anak yang sering dibacakan oleh orang tuanya ketika berusia 1-3 tahun memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik pada usia 2-5 tahun. Selain itu mereka juga memiliki pemahaman bacaan yang lebih baik pada usia tujuh tahun dibandingkan anak-anak yang tidak dibiasakan membaca.

Sebenarnya tidak sulit untuk memperkenalkan membaca pada anak. Dengan ketekunan dan niat yang bulat beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membuat anak senang membaca.

Berikut beberapa tips mudah mengajak si kecil menyukai buku :

  • Luangkan waktu 15 menit setiap hari diwaktu santai untuk membacakan cerita pada anak. Saat pulang kerja, setelah makan malam,setelah mengerjakan pekerjaan rumah atau menjelang tidur.
  • Anda dapat mengusulkan pada pihak sekolah untuk diadakannya kegiatan membaca cerita yang dilakukan oleh guru. Kegiatan membaca dapat dilakukan pada taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  • Biasakan untuk memberi hadiah buku pada saat anak berulang tahun.
  • Dorong anak untuk melakukan  kegiatan membaca dengan teman-temannya.
  • Ciptakan suasana membaca di rumah maupun disekolah. Sediakan rak buku untuk menyimpan buku bacaan yang bervariasi.
  • Ajak anak berwisata buku dengan mengunjungi pameran buku, toko buku atau perpustakaan.
  • Kurangi waktu menonton TV dan main game. Gunakan waktu untuk membaca dan membahas cerita yang dibaca. Mintalah pada anak untuk meneceritakan ulang isi buku yang dibacanya.
  • Kebiasaan membaca juga harus dilakukan oleh orang tua karena orang tua adalah figur yang akan dicontoh oleh anak.
  • Membiasakan anak membaca, dikatakan Octaviani, sebagai investasi di masa depan. Selain anak menjadi cerdas, membaca juga diyakini dapat membuat seseorang mencegah degradasi otak seperti pikun atau alzheimer di masa tua mendatang.

Diunduh dari Republika Newsroom Edisi Jumat, 12 Juni 2009.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan