-->

Perpustakaan Toggle

IVAA, Perpus Komunitas Senirupa Terbesar

IVAAOleh Gus Muh

Perpustakaan komunitas berbeda dengan perpustakaan seumumnya. Perbedaannya terletak pada program, keanggotaan, pendanaan, dan spesifikasi penggunaannya.

Demikian dikatakan pengelola perpustakaan komunitas Tovic Raharja di ruang perpustakaan IVAA. Perpustakaan yang terletak di Patehan Tengah Kraton Jogjakarta ini bergerak dalam pendataan dan dokumentasi senirupa kontemporer.

“IVAA memang satu-satunya perpustakaan komunitas di Indonesia untuk dokumentasi senirupa kontemporer,” tegasnya yakin.

Saat ini, IVAA sudah memiliki dokumentasi 10-an ribu judul buku maupun dokumentasi seniman. Belum termasuk data audiovisual.

Dokumen-dokumen itu dikumpulkan selama 13 tahun dari pelbagai sumber. Terutama dari seniman-seniman sendiri.

Nah, database itu kemudian menjadi semacam gerbang untuk memasuki program-program yang dilakukan tim riset IVAA.

Dengan kata lain, IVAA kemudian mengambil fungsi sebagai sebuah think-tank atau laboratorium kreatif untuk menggagas berbagai pemikiran serta kegiatan yang mendukung perkembangan seni visual dan budaya kontemporer, baik secara praktek maupun wacana.

Kelas menulis dan membaca pun juga dibuka sebagai bagian dari proses belajar menulis kreatif. Program ini digawangi langsung oleh Komunitas AKSARA yang berada di bawah IVAA.

Sebagai media komunikasi bersama, IVAA juga menerbitkan newsletter “Surat” dan media online: www.ivaa-online.org.

Untuk mengongkosi operasional perpustakaan dan program-program, menurut Tovic, banyak cara dilakukan IVAA.

“Misalnya, menjalin kerjasama pameran, bantuan lembaga donor, sumbangan-sumbangan, iuran keanggotaan, dan seterusnya,” kata Tovic.

3 Comments

Dbuku - 25. Jun, 2009 -

Heh..gambar siapa itu? leher terpotong lagi? 🙁

remuz - 08. Des, 2009 -

hahahaha……..emang kepalanya sering kepotong yah ?

sekar - 26. Jan, 2010 -

hai salam kenal ya. btw mas/mba kalo buku tentang kolase ada ga? trimz

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan