-->

Kronik Toggle

Depdiknas Kucuri Penulis Rp 2 M

Untuk merangsang minat menulis masyarakat, pemerintah siap menggelontorkan bantuan dana. Tahun ini, Pusat Perbukuan (Pusbuk) Depdiknas menganggarkan bantuan Rp 2 miliar untuk penulis buku. Anggaran itu ditargetkan untuk 500 judul buku. Kebijakan tersebut ditempuh demi menyediakan buku yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.

”Insentif itu merupakan langkah konkret pemerintah bagi penulis buku yang membutuhkan dana untuk mengumpulkan bahan tulisan,” terang Sekjen Depdiknas Dodi Nandika di sela pameran Hari Buku Sedunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Jakarta kemarin (19/6).

Dodi menjelaskan, dana itu tidak hanya digunakan untuk menulis buku teks pelajaran, tapi juga buku pengayaan. Selain itu, Depdiknas membeli dan membantu penerbitan majalah sastra Horison. ”Negara besar seperti ini hanya punya satu majalah sastra, yaitu Horison. Padahal, negara kecil lain punya tiga sampai empat,” jelasnya.

Dia menyebut, saat ini minat baca siswa Indonesia baru 1/3 siswa per tahun. Masih rendahnya minat baca itu berkaitan dengan masalah budaya, kesenangan, maupun minat. Selain itu, ada kendala teknis lain yang berpengaruh. Contohnya, belum tersedianya buku dengan mudah, harga buku yang belum murah, dan tidak tersedianya koleksi lengkap di perpustakaan.

”Di daerah terpencil, perbatasan, dan di pulau terluar sulit membeli buku. Toko buku juga jarang di kota-kota kecil di Indonesia,” ungkapnya. Karena itu, pemerintah berupaya menurunkan harga buku. Saat ini, pemerintah menyusun UU Perpustakaan, UU Perbukuan, dan program membeli hak cipta buku.

* Diunduh dari Harian Jawa Pos Edisi 20 Juni 2009

1 Comment

sumiatun - 16. Agu, 2010 -

untuk buku pengayaan yang tdk menang sayembara 2010 juga akan mendapat bantuan serupa

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan