-->

Kronik Toggle

Clearing House Kejagung itu Warisan kolonial

Usaha Kejaksa Agung memasukkan sejumlah buku untuk diselidiki dalam “Clearing House” mendapat tanggapan dari masyarakat.

Aktivis yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Indonesia di tahun 60-an, Harsutejo, mengatakan bahwa Clearing House Kejaksaan Agung adalah warisan rezim Orde Baru, bahkan kolonialisme Belanda.

Menurutnya, kejaksaan mestinya sadar bahwa pikiran tak pernah bisa dikerangkeng.

Menurut Ir Djoko Muljono, larang melarang buku terdengar seperti gereja menghujat Galileo Galilei beberapa abad silam. Padahal yang ditulis adalah fakta.

“Yang mboten-mboten mawon. Buku Lekra Tak Membakar Buku itu justru banyak menambah wawasan dan mboten mengancam sopo-sopo dan tidak meresahkan masyarakat,” ujar eks tapol Buru dan juga tenaga-tenaga awal di balik berdirinya pabrik baja cilegon ini. (RA)

1 Comment

anjrah lelono broto - 19. Jun, 2009 -

Ada sinyalemen bahwa gerak-gerik orde baru akan kembali ke tanah air yang baru sebelas tahun mengenal keterbukaan. Kelihatannya kita akan kembali ke masa-masa penjajahan berbicara, berkreasi, dan berserikat…

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan