-->

Resensi Toggle

10 Buku Pilihan Pekan Ini

Tambahkan rak buku Anda dengan “10 Pilihan Pekan Ini” yang direkomendasikan oleh Media Indonesia, Kompas, Jawa Pos, Koran Tempo, dan Republika.

Seratus Buku Sastra Indonesia_HITAM1. Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan
An Ismanto dkk, I:BOEKOE, 2009, 1.001 halaman

Buku ini bisa menjadi semacam kamus atau ensiklopedia dunia sastra Indonesia yang memuat karya terbaik sepanjang masa, baik pra maupun pascakemerdekaan. Meskipun karya ini masih terbilang baru, tapi ia mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki karya-karya sastra lain. Di dalamnya dibedah dan disajikan secara terperinci tentang karya-karya sastra Indonesia yang diperkirakan mampu mewakili dan banyak menjadi referensi dunia sastra. Dari karya sastra klasik sebelum kemerdekaan hingga karya sastra modern pascakemerdekaan.

2. Ilusi Negara Islam (Ekspansi Gerakan Islam Transnasionalis di Indonesia)
Abdurrahman Wahid (ed), The Wahid Institute, Bhinneka Tunggal Ika & Maarif Institute, April 2009, 322 Halaman

Dari penelitian di 24 kota/daerah yang tersebar di 17 provinsi dan berlangsung tak kurang dua tahun, diperoleh fakta bahwa ajaran dan pandangan gerakan Islam transnasionalis telah menyebar dalam sejumlah ormas dan bahkan parpol di tanah air. Penelitian ini menyebut mereka sebagai Islam garis keras, baik di tataran individu maupun kelompok (organisasi) dengan ciri menganut pemutlakan pemahaman agama, bersikap tidak toleran terhadap keyakinan dan pandangan berbeda, hingga menginginkan adanya dasar dan bentuk Negara Islam atau Khilafah Islamiyah.

3. Persahabatan (Lysis): Mari Berbincang Bersama Plato
A Setyo Wibowo (penerjemah), Indonesia Publishing, 2009, 137 halaman

Teks yang diterjemahkan ini diperkirakan ditulis Plato waktu ia masih muda. Lysis adalah dialog, seperti hampir semua tulisan Plato. Sokrates, yang selalu menjadi corong Plato dalam dialog-dialognya, sedang berjalan di taman Akademia—sekolah di mana Plato mengajar. Di situ ia bertemu dengan beberapa pemuda dan mulai berdiskusi dengan mereka. Masalah yang mereka persoalkan adalah persahabatan. Segi lain pentingnya buku ini adalah sebagai ”demonstrasi” sebuah dialog hakiki. Lysis adalah dialog sejati, bukan traktat yang demi main-main diberi bentuk dialog. Meskipun Sokrates dengan segala kepintarannya mengemudikan arah dialog itu, dialog itu kelihatan tidak mempunyai arah yang jelas. Tetap bebas. Lain dari, misalnya, uraian Aristoteles tentang persahabatan dalam buku 8 dan 9 Etika Nikomacheia, dialog Lysis tidak maju secara sistematik, tetapi berliku-liku, ada pendapat silang, loncatan dalam argumentasi, dan kesimpulan yang sepertinya tidak dapat disimpulkan.

4. Kritik Ideologi: Menyingkap Kepentingan Pengetahuan bersama Jurgen Habermas
F Budi Hardiman, Buku Baik, 2004, 124 halaman

Jurgen Habermas tidak diragukan lagi merupakan filsuf Jerman terpenting dewasa ini.Tulisan-tulisannya lebih dari 20 tahun dibicarakan di fakultas-fakultas filsafat Eropa kontinental. Buku ini menyajikan pemikiran Habermas seputar pengembangan sebuah teori kritis masyarakat secara mendalam dan mendasar. Juga memberi penguraian atas filsafat sains kontemporer, ilmu-ilmu sosial kritis, dan berbagai problem kemanusiaan dalam masyarakat akibat dominasi sistem ekonomi kapitalis, seperti alienasi, marginalisasi, dan hegemoni sains.

5. Dari Karyawan Menjadi Juragan
Erie Sasmito, 2009

Memiliki keinginan untuk mendapatkan posisi nyaman atas pekerjaan dengan gaji rutin, memang bukan hal yang salah. Tidak semua orang berani untuk mengambil risiko keluar dari zona nyaman itu dan mencoba menghadapi peruntungan atas usahanya. Tidak mengherankan jika dari kesuluruhan populasi di Indonesia hanya 0,18 persen yang berani memilih sebagai pelaku usaha. Buku ini menantang Anda untuk menjadi majikan atas diri sendiri, memberi gaji kepada diri sendiri atas setiap tetes keringat yang dikeluarkan.

6. Berpikir Seperti Nabi
Fauz Noor, LKiS, 2009

Buku ini ingin mengajukan gagasan yang mungkin selama ini luput dari perhatian kita. Yakni tentang cara berpikir nabi. Bagaimanakah cara nabi berpikir sehingga ia dapat memberikan jawaban yang berbeda untuk pertanyaan yang sama ketika pertanyaan tersebut dilemparkan oleh dua orang yang berbeda karakter? Bagaimana jalan pikir nabi hingga ia mengeluarkan sabda? Bagaimana ide cemerlang meloncat dalam pikiran nabi sedemikian hingga dalam waktu kurang dari seperempat abad sudah berhasil meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi kecemerlangan peradaban Islam? Bagaimana cara nabi berpikir sehingga pikirannya tidak kebablasan dan menjadi kufur? Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

7. Tribes: Andalah Pemimpin yang Kami Cari
Seth Godin, One Publishing, 2009, 144 halaman

Tribe adalah sekelompok orang yang terhubung karena sebuah ide dan seorang pemimpin. Sejak berjuta tahun lalu, manusia jadi bagian dari tribe atas dasar agama, etnik, politik, atau bahkan sekadar musik. Tapi siapa yang layak jadi pemimpin? Diakah orang yang hanya bisa mengumbar janji? Diakah orang yang sanggup memoles citra diri dan kepopuleran dengan modal besar? Penulis buku ini mengatakan kepemimpinan harus berasal dari individu yang memiliki hasrat mewujudkan impian. Orang yang mau membuat perubahan. Karena itu, pemimpin bisa jadi siapa saja.

8. Disguised (Sang Penyamar)
Rita la Fontaine de Clercq Zubli, GPU, Mei 2009, 377 halaman

Setelah terbit pertama kali di Amerika Serikat pada 2001 dengan judul Disguised: A Teenage Girl’s Survival in World War II Japanese Prison Camps, buku ini menghilang begitu saja. Kisah Rita ini tak akan sampai ke Indonesia andai penulis buku anak, Alison Morris, tak gigih mencari jejak keberadaannya. Berkisah tentang Rita la Fontaine de Clercq Zubli menjadi lelaki selama tiga bulan lebih. Itu terjadi di masa pendudukan Jepang di Indonesia. Rita menceritakan ulang kisah hidupnya itu dalam enam bagian berdasarkan bulan-bulan ia menjadi tawanan perang.

9. How to Talk so Kids will Listen and Listen so Kids Will Talk
Adele Faber dan Elaine Mazlish, Lentera Hati, 363 halaman

Buku ini menawarkan konsep menarik mengatasi kesulitan komunikasi antara orangtua dan anak. Keduanya pakar komunikasi ortu-anak yang telah diakui secara internasional. Walaupun terjemahan dari buku Amerika Serikat, tetapi buku ini bisa dijadikan rujukan setiap orangtua di seluruh dunia. Karena kesulitan komunikasi antara orangtua dan buah hatinya relatif terjadi di mana pun, termasuk di Indonesia.

10. Nge-Blog dengan Hati
Ndoro Kakung, GagasMedia, 2009, 144 halaman

Buku ini lebih berupa tip dan anjuran agar ngeblog tak diniatkan untuk menaikkan trafik kunjungan, untuk mencari uang, atau malah akal-akalan saja. Barangkali dengan membaca buku ini para blogger bisa terinspirasi dan tertulari spirit ngeblog ala Ndoro Kakung. Keyword penting dan perlu diresapi adalah soal ”berbagi”, eksperimen, dan interaksi di dunia maya. Bagaimana kabar spirit ngeblog Anda saat ini? Bila masih loyo silakan simak saja buku ini. Mungkin buku ini bisa jadi sebuah saklar untuk menggairahkan kembali hasrat menulis dan berbagi di dunia maya.

2 Comments

nunu a hamijaya - 16. Jul, 2009 -

salam iqra, mohon untuk dikirimi via email tentang daftar buku pilihan….
salam ,
Nunu A Hamijaya
penulis, Quick Reading: melejitkan DNA Membaca (Simbiosa,2008)

Putri Sarinande - 16. Jul, 2009 -

saya percaya bahwa terlalu banyak membaca bikin mati, sebab tidak baca diri. tetapi saya turut mendukung aktivitas di dunia baca tulis. salah satunya adalah menyimpan tautan menuju ke sini di akun jejaring2 so(k)sial yang saya miliki…

NB : adakah Mbak Sasa di sini? hai Mbak ^,^

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan