-->

Kronik Toggle

Peluncuran buku “Taking the Helm—A Policy Brief on a Response to the Global Economic Crisis

Ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di wilayah Pasifik baru pulih pada tahun 2011. Ada pun untuk 2009 dan 2010 mereka memprediksi  pertumbuhan di negara-negara kepulauan itu melambat masing-masing 3 dan 2,7 persen akibat terjangan krisis keuangan dunia.

Mereka juga melihat pertumbuhan turisme dan pengiriman uang dari luar negeri melambat. Menurut Direktur Jenderal ADB untuk Kawasan Pasifik S. Hafeez Rahman, semua itu akan meningkatkan jumlah masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan.

Karena itu, dia menyarankan negara-negara Pasifik lebih aktif merespon krisis ekonomi. “Respon dengan memakai resep satu-untuk-semua tidak akan mempan di Pasifik,” kata dia saat meluncurkan buku “Taking the Helm—A Policy Brief on a Response to the Global Economic Crisis” di Nusa Dua, Bali  hari ini.

Peluncuran buku tersebut adalah bagian dari perhelatan Sidang Tahunan ke-42 ADB di tempat yang sama pada 2-5 Mei 2009. Buku ini, kata Hafeez berisi tantangan yang dihadapi 14 negara Pasifik. “Ringkasan kebijakan di dalam buku ini akan membantu Pasifik menguji dan memformulasi respon yang spesifik,” ujar dia.

Hasil studi ADB tersebut menganalisis dampak dari krisis keuangan dunia pada kawasan Pasifik dan pilihan untuk mengurangi dampak tersebut. ADB juga mengidentifikasi tindakan pencegahan yang layak menjadi prioritas demi melindungi layanan publik.

Penelitian ADB juga memberi catatan mitra pembangunan berperan penting di kawasan Pasifik untuk membantu ekonominya melewati krisis. Sedangkan bantuan ADB akan difokuskan pada pemantauan, analisis dan kebijakan, peningkatan kapasitas, dukungan anggaran, dan kolaborasi donor.

ADB yang bermarkas di Manila, Filipina pada 2008 telah menyetujui pinjaman sebanyak US$ 10,5 miliar, US$ 811,4 juta proyek hibah, dan bantuan teknis senilai US$ 274,5 juta.

*) Dikronik dari Tempointeraktif edisi 2 Mei 2009 dengan judul asli “Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Pasifik Pulih 2011”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan